Berita Bali

Takut PMK, Senator Australia Minta Penerbangan Bali Ditutup Ini Tanggapan Cok Ace

Wakil Gubernur Bali sekaligus Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati,

Tribun Bali/Ragil Armando
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Senin 21 Februari 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Gubernur Bali sekaligus Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si ( Cok Ace) menanggapi pernyataan senator Australia yang sebut banyak sapi berkeliaran di Bali.

"Ya memang kelihatannya terlalu tendesius dan berlebihan di bilang sapi berkeliaran. Kita lihat sendiri orang Australia lihat sendiri kan tidak ada," jelasnya pada, Senin 8 Agustus 2022.

Lebih lanjutnya ia mengatakan peternak di Bali tidak menganut memelihara sapi dengan cara diliarkan. Sapi-sapi pada umumnya dikandangkan karena kotorannya akan diolah untuk menjadi pupuk dan lain sebagainya.

"Apa yang disampaikan tidak tepat dan tidak ada seperti itu di Balii. Itu kan senator dan tidak semua yang berbicara sependapat seperti itu, bahkan wisatawan yang kita harapkan untuk melihat langsung dan tanggapannya berbeda mereka mengatakan Bali tidak seperti itu. Ada pembelaan dari orang Australia sendiri," imbuhnya.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Senin 21 Februari 2022.
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Senin 21 Februari 2022. (Tribun Bali/Ragil Armando)

Sementara mengenai kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sejak tanggal 24 Juli kemarin Bali sudah zero case dan menggencarkan vaksinasi PMK. Selain itu, senator tersebut juga meminta agar penerbangan di Bali ditutup sementara karena PMK.

"Tidak ada, tidak bisa seperti itu. Keputusan tidak bisa dibuat seperti itu sejak dulu ada travel band, travel warning ke Bali ternyata tidak berpengaruh juga. Wisatawan terus datang ke Bali mudah-mudahan tidak berpengaruh," terangnya.

Ia menilai, teguran dari Kemenparekraf Sandiaga Uno sudah cukup untuk Senator Australia tersebut. Ia juga telah berkomunikasi dengan beberapa media asing terkait hal tersebut.

"Intinya janganlah seperti fitnah begitu. Tidak elok kepada tetangga seperti itu, ya," tutupnya. (*)

BERITA LAINNYA

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved