Bali

Pasca Pandemi Hadir Talkshow Bankruptcy & Resctructuring Talks Forum 'Recover (Bali) Together' 

Acara Bankruptcy & Resctructuring Talks Forum 'Recover (Bali) Together' ini disebut penting untuk obati luka pasca pandemi.

Tribun Bali/Sari
Acara Bankruptcy & Resctructuring Talks Forum 'Recover (Bali) Together' : Menanti Solusi Kelangsungan dan Pemilihan Usaha pada, Kamis 11 Agustus 2022 yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali dan beberapa narasumber lainnya.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa Instansi Pariwisata dan Perbankan hadiri acara Bankruptcy & Resctructuring Talks Forum 'Recover (Bali) Together' : Menanti Solusi Kelangsungan dan Pemilihan Usaha pada, Kamis 11 Agustus 2022. Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati ( Cok Ace) dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali dan beberapa narasumber lainnya. 

Made Ariandi selaku Ketua Umum Kadin Bali dalam acara tersebut menyatakan, 

Restrukturisasi ini adalah bagaimana untuk menghindari menukiknya pelaku-pelaku usaha khususnya di Bali. 

"Kalaupun ada persoalan kredit debitur diselesaikan dengan secara profesional jangan sepihak. Kan aturan Bank sudah kena denda, kena bunga, sudah tidak punya uang kewajiban ditambah. Kedepannya yang lebih proporsional secara profesional dan mertabat," jelasnya. 

Agenda ini merupakan tempat untuk mencari solusi untuk menstabilkan perekonomian Bali. Terlebih akan terdapat event G20 di Bali sehingga tidak boleh sampai terjadi penurunan keadaan. 

"Kadin dengan senang hati dapat mengakomodir dan memayungi apa yang menjadi prinsip dasar menjaga keadaan ekonomi lebih stabil. Memang susah yang penting jangan awut-awutan," tambahnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati ( Cok Ace) mengatakan dalam sambutannya, seperti yang sudah diketahui bersama bahwa sudah dua tahun lebih Bali alami kontraksi ekonomi yang luar biasa. 

"Bahkan terburuk, terpuruk, terendah diseluruh Indonesia. Bali menduduki ranking 34, baru masuk tahun 2022 ranking kami naik 31. Jadi selama dua tahun kalau dalam istilah ekonomi disebutkan kalau dalam dua kwarter saja sebuah negara mengalami kontraksi tumbuh negatif sudah disebut resesi," jelas, Cok Ace. 

Baca juga: Cok Ace Sebut Pernyataan Senator Australia Pauline Hanson Soal Sapi Jalanan Angkat Nama Bali 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, kondisi perekonomian Bali yang turun bukan lagi dalam waktu dua kwarter melainkan sudah dua tahun atau 8 kwarter. Cok Ace juga mengatakan bahkan hingga saat ini kondisi perekonomian Bali belum pulih betul. 

"Kami juga rapat dengan OJK dihadiri Wamen, Parekraf dan banyak tokoh-tokoh yang hadir dari pusat yang biasanya pembuat kebijakan. Intinya adalah bagaimana menyelamatkan Bali. Kalau dilihat dari proses penyelesaian Covid-19, Bali dalam ranking terbaik. Namun dalam proses pemulihan ekonomi Bali termasuk yang terbawah ini menjadi anomali di Bali," tandasnya. 

Menurut Cok Ace luka yang dialami Pulau Dewata terlalu dalam sehingga perlu pemikiran-pemikiran yang mendalam juga. Maka dari itu perlu untuk diadakan acara sepert'i Bankruptcy & Resctructuring Talks Forum 'Recover (Bali) Together ini. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved