Bisnis
TIKET PESAWAT Jakarta-Denpasar Mulai Rp 900 Ribuan, Ini Komentar Menpar Sandiaga Uno
Menurutnya jika jumlah penerbangan meningkat, dan jumlah ketersediaan kursi akan juga semakin bertambah, dan harga tiket akan semakin terjangkau.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Secara siklus kunjungan wisatawan, di bulan Agustus 2022 ini merupakan momen low season alias kunjungan rendah.
Tetapi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf RI) Sandiaga Uno, yakin dengan pariwisata era baru yang lebih personalize, localize, customize fan smaller in size ini tengah merancang suatu pola.
Di mana saat low season seperti ini, beberapa insentif bisa diberikan oleh pemerintah dengan konsep kolaborasi.
"Kita melihat bahwa peningkatan jumlah penerbangan, akan mulai kita pasarkan di paruh kedua tahun ini.
Saya baru saja ber-WhatsApp dengan Pak Menteri Perhubungan, ada Jet Star dan beberapa maskapai lainnya yang menyatakan ingin menambah flight ke Bali.
Ini kami fasilitasi dan kemarin saya berjumpa dengan CEOnya (pemilik Jet Star), dan mereka siap untuk menambah penerbangan," ujar Menparekraf RI Sandiaga Uno.
Menurutnya jika jumlah penerbangan meningkat, dan jumlah ketersediaan kursi akan juga semakin bertambah, dan harga tiket akan semakin terjangkau.
Baca juga: MAHALNYA TIKET PESAWAT, Begini Tanggapan Garuda Indonesia Terkait Imbauan TBA dan TBB
Baca juga: CEK Harga Tiket Pesawat Tujuan ke Kota-kota Besar di Indonesia, Harga Mulai dari Rp 700 Ribu

"Ini kan katanya low season, tapi tadi penerbangan kesini (Jakarta-Bali) full semua.
Tim kami banyak yang tidak bisa ikut datang kesini, karena walaupun low season ternyata ketersediaan kursinya juga sangat terisi.
Jadi kalau ditambah jumlah penerbangannya mudah-mudahan bisa menurunkan tarif," ungkapnya.
Tingkat hunian hotel saat ini, jika dilihat khusus Bali mulai dari hotel bintang lima sampai yang non bintang itu menunjukkan tren kenaikan.
Tetapi belum optimal penyebaran tingkat huniannya karena masih terkonsentrasi di wilayah Bali selatan tapi dengan sekarang melihat banyaknya event tentu akan meningkatkan pemerataan okupansi.
"Kami memiliki beberapa inisiatif untuk meningkatkan okupansi termasuk seperti insentif dengan penyelenggaraan event berkelas nasional maupun internasional.
Dan puncaknya itu adalah world tourism day tanggal 27 September mendatang di Bali," tambah Menparekraf RI Sandiaga Uno.
Pada world tourism day 2022 itu mengundang 200 negara dari anggota UNWTO untuk hadir ke Bali merayakan bersama-sama peringatan hari pariwisata dunia disini.