Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

advetorial

Daging Sapi Australia, Kualitas Terbaik-Untuk Peningkatan Food Service Pariwisata Bali

Daging sapi merupakan salah satu bahan olahan makanan masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Tayang:
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Dok. True Aussie Beef Indonesia
Ilustrasi olahan daging sapi Australia oleh True Aussie Beef Indonesia. 

Sapi dirawat, diberi makan, bahkan disembelih pun dengan cara yang baik yang tentunya memperhatikan kaidah-kaidah animal welfare.

“Sapi yang dipotong tidak akan melihat proses pemotongan sapi lain.

Melihat temannya dipotong akan menyebabkan sapi stres karena mereka juga punya empati terhadap teman-temannya,” terang Haryanto.

Sapi di Australia juga tidak digunakan untuk membantu pekerjaan manusia karena peruntukannya adalah sebagai bahan makanan.

Hal ini kemudian membuat daging sapi Australia menjadi daging yang lebih lembut.

Dalam acara Beef Talk ini, Haryanto memperkenalkan daging sapi dari jenis potongan Chefs Cut atau dikenal dengan secondary cut.

Semua daging sapi ini kemudian diolah oleh Chef kenamaan Indonesia, Chef Chandra Yudasswara.

Melihat temannya dipotong akan menyebabkan sapi stres karena mereka juga punya empati terhadap teman-temannya,” terang Haryanto.

Sapi di Australia juga tidak digunakan untuk membantu pekerjaan manusia karena peruntukannya adalah sebagai bahan makanan.


Hal ini kemudian membuat daging sapi Australia menjadi daging yang lebih lembut.

Dalam acara Beef Talk ini, Haryanto memperkenalkan daging sapi dari jenis potongan Chefs Cut atau dikenal dengan secondary cut.


Semua daging sapi ini kemudian diolah oleh Chef kenamaan Indonesia, Chef Chandra Yudasswara.
Melihat temannya dipotong akan menyebabkan sapi stres karena mereka juga punya empati terhadap teman-temannya,” terang Haryanto. Sapi di Australia juga tidak digunakan untuk membantu pekerjaan manusia karena peruntukannya adalah sebagai bahan makanan. Hal ini kemudian membuat daging sapi Australia menjadi daging yang lebih lembut. Dalam acara Beef Talk ini, Haryanto memperkenalkan daging sapi dari jenis potongan Chefs Cut atau dikenal dengan secondary cut. Semua daging sapi ini kemudian diolah oleh Chef kenamaan Indonesia, Chef Chandra Yudasswara. (ist)

Saat ini, permintaan daging sapi Australia cukup besar terutama peruntukannya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya.

Permintaan daging sapi di Bali sendiri sudah mulai naik terutama semenjak pandemi melandai.

Hotel-hotel dan restoran yang sudah mulai beroperasi menuntut adanya standar pelayanan kualitas makanan yang lebih baik.

Salah satunya dengan menggunakan daging sapi berkualitas, daging sapi Australia.

Haryanto mengatakan dengan pelayanan makanan yang baik saat pariwisata sudah mulai pulih, tentu akan meningkatkan gairah wisatawan untuk berkunjung kembali.

Dengan demikian, pariwisata di Bali pun akan semakin meningkat dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pariwisata datang, food service meningkat. Food service meningkat, pariwisata juga akan membaik.

Turis-turis yang datang ke Bali tentu akan memilih olahan makananyang berkualitas, seperti daging pasti memilih daging sapi Australia,” tuturnya.

Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program-program dari True Aussie Beef Indonesia dapat dilihat melalui, follow media sosialnya di Instagram @trueaussieid, Youtube True Aussie Indonesia Official dan website www.trueaussiebeefandlamb.id. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved