Daging Sapi Australia Kualitas Terbaik untuk Peningkatan Food Service Pariwisata di Bali

Acara Beef Talk memperkenalkan daging sapi kualitas terbaik kepada masyarakat agar food service dan pariwisata Bali bisa semakin maju.

Dok. True Aussie Beef Indonesia
Ilustrasi olahan daging sapi Australia oleh True Aussie Beef Indonesia. 

TRIBUN-BALI.COM – Daging sapi merupakan salah satu bahan olahan makanan yang dinikmati oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Pada umumnya, olahan sapi ini ditemukan dalam bentuk rendang, soto, sate, dan masih banyak lagi. Olahan makanan daging sapi biasanya berasal dari berbagai bagian potongan tubuh sapi yang tentunya memiliki cita rasa tersendiri.

Potongan tubuh sapi yang berkualitas diketahui sebagian besar masyarakat hanya pada bagian tenderloin, sirloin, dan ribeye. Selain itu, ternyata banyak potongan daging berkualitas yang juga ada di bagian tubuh sapi lainnya. 

Hal itulah yang membuat berkeinginan untuk Christian Haryanto mengedukasi masyarakat mengenai kualitas daging sapi. Salah satu aksinya diwujudkan lewat acara makan malam bersama.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat, khususnya yang ada di Indonesia, bahwa daging sapi tidak hanya berkualitas pada bagian prime cut, tetapi, pada potongan lain seperti chefs cuts juga berkualitas dan bisa diolah sesuai dengan menu, sehingga menjadi menu yang enak,” ujar Christian Haryanto dalam keterangan persnya, Selasa (16/8/2022).

Chief Representative Indonesia International Markets Meat and Livestock Australia Indonesia itu kemudian memperkenalkan daging sapi berkualitas asal Australia kepada masyarakat.

Pengenalan itu dilakukan dalam acara yang bertajuk Beef Talk yang dilaksanakan di Canna Resto, Nusa Dua Bali, Sabtu (13/8/2022).

Ilustrasi olahan daging sapi Australia oleh True Aussie Beef Indonesia.
Ilustrasi olahan daging sapi Australia oleh True Aussie Beef Indonesia. (Dok. True Aussie Beef Indonesia)

Christian mengatakan, kualitas daging sapi Australia sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebab, daging sapi Australia memiliki banyak varian atau jenis yang biasanya dibedakan menurut jenis makanan dari sapi itu sendiri, sehingga memberikan karakteristik daging yang berbeda-beda pula.

“Ada jenis sapi yang hanya diberi makan rumput-rumputan dan ada juga sapi yang hanya diberi makan biji-bijian,” ujar Haryanto.

Selain itu, kualitas daging sapi Australia juga tidak lepas dari adanya perlakuan yang spesial atau baik dari sejak lahir. Biasanya, sapi akan dirawat, diberi makan, dan disembelih dengan cara yang baik yang tentunya juga memperhatikan kaidah-kaidah dari animal welfare.

“Sapi yang akan dipotong tidak akan melihat bagaimana proses pemotongan dari sapi lain. Melihat temannya yang dipotong akan menyebabkan sapi itu stress, karena sapi-sapi itu juga memiliki empati terhadap teman-temannya,” katanya.

Tak hanya itu, sapi-sapi di Australia juga tidak tidak digunakan untuk membantu pekerjaan manusia, karena peruntukannya adalah sebagai bahan makanan. Hal inilah yang kemudian membuat daging sapi Australia menjadi daging yang lebih lembut.

Dalam acara Beef Talk tersebut, Haryanto memperkenalkan daging sapi dari jenis potongan chefs cut atau dikenal dengan secondary cut.

Semua daging sapi ini kemudian diolah oleh chef kenamaan di Indonesia, yaitu Chef Chandra Yudasswara.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved