Berita Gianyar
DENTUMAN Terdengar Sebelum Api Sambar 10 Warga di Insiden Kompor Pembakaran Mayat Meledak di Gianyar
Sebelum insiden meledaknya kompor pembakaran mayat di Setra Desa Adat Belaga, warga sempat mendengar suara dentuman keras di tangki kompor.
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – DENTUMAN Terdengar Sebelum Api Sambar 10 Warga di Insiden Kompor Pembakaran Mayat Meledak di Gianyar.
Kelian Desa Adat Selat Belega, I Wayan Suartawan mengatakan sebelum insiden meledaknya kompor pembakaran mayat di Setra Desa Adat Belaga, warga sempat mendengar suara dentuman keras di tangki kompor.
Setelah itu diikuti dengan api yang tiba-tiba naik setinggi 7 meter, kemudian dengan cepat menyebar dan menyambar orang-orang yang berada di sekitar kompor.
“Saya mendengar dentuman tangki, terus api naik, terus menyebar ke samping,” ungkap Suartawan saat ditemui Tribun Bali di Setra Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar pada Sabtu 20 Agustus 2022.
Api pun dengan cepat menyebar ke arah timur dan utara.
“Terus turun apinya, nyembarar. Ke timur, ke utara wenten (ada),” tutur Suartawan saat ditemui Tribun Bali di Setra Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar.
Menurut Suartawan, insiden naas tersebut terjadi Menurut Suartawan, kejadian tersebut terjadi usai salah seorang warga mencabut selang, dimana pembakar mayat tersebut hampir selesai.
Baca juga: Derita Luka Bakar 98 Persen, Oskar Korban Luka Bakar Ngaben Blahbatuh Gianyar Belum Sadar
“Ini udah nyopot selang, sudah terakhir, sudah mau habis, tinggal sedikit. Terus kejadian,” jelas Wayan Suartawan.
Hanya 1 Kompor Meledak
Lebih lanjut, Suartawan menuturkan dalam insiden yang terjadi pada Jumat 19 Agustus kemarin sekitar pukul 20.00 WITA dari 14 kompor yang ada, hanya ada 1 kompor yang meledak.
Pada upacara ngaben massal tersebut pun diikuti oleh 64 sawa, dan menggunakan 14 kompor pembakaran mayat.
Akibat insiden tersebut sebanyak 9 orang mengalami luka bakar, dan 1 orang dikabarkan mengalami luka bakar serius akibat insiden tersebut.
9 orang menjadi korban luka bakar saat kejadian yang berlangsung pada Jumat 19 Agustus 2022 pukul 20.00 WITA kemarin.
Saat ini, korban telah dievakuasi ke RSUP Sanglah serta RSUD Sanjiwani Gianyar untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Warga Tetap Lanjutkan Rangkaian Ngaben Masal dan Dipasang Garis Polisi