Kabar Bangli

Sebelum Berlaga Di Pekan Olahraga Provinsi Bali, Atlet Bangli Digembleng Tes Kebugaran 

Ratusan atlet Bangli digebleng tes kebugaran sebelum berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali November mendatang.

Istimewa
Tes Kebugaran - Salah satu atlet saat melaksanakan tes kebugaran di SMAN 1 Susut. Minggu 21 Agustus 2022 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sebelum berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali November mendatang, ratusan atlet Bangli digebleng tes kebugaran. Tes yang dilakukan dua tahap ini selanjutnya menjadi pertimbangan seorang atlet untuk berlaga atau tidak.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kontingen Bangli, I Dewa Gede Agung Adi Oka, Minggu (21 Agustus 2022).

Ia menjelaskan, tes kebugaran ini tujuannya untuk mengetahui kondisi para atlet.

"Ada dua tahapan tes yang akan dilakukan. Hasil pada tes pertama nantinya akan dicatat, untuk disampaikan pada pelatih masing-masing. Nantinya pelatih akan melihat hal-hal apa saja yang masih kurang. Jadi pelatihnya bisa memberikan treatment yang sesuai," jelasnya.

Setelah pelatihan tersebut, para atlet akan kembali menjalani tes kebugaran tahap dua.

Hasil antara tahap pertama dan kedua ini akan menjadi perbandingan.

"Jika atlet tidak ada perkembangan dari hasil test pertama, maka akan menjadi bahan pertimbangan untuk tidak menampilkan atlet tersebut," tegasnya.

Gung Oka menambahkan, ada 193 atlet yang mengikuti tes kebugaran pertama ini. Pihaknya berharap para atlet dapat berlatih sungguh-sungguh, sehingga tagline Bangli'>Atlet  Bangli Menuju Emas dapat terwujud.

Diketahui tes kebugaran tahap pertama ini berlangsung di SMAN 1 Susut pada Minggu (21/8). Test keburagaran melibatkan tim dari Ganesha Sport Center (GSC). 

Baca juga: Warga Nusa Penida Keluhkan Pembelian Pertalite Dengan Jerigen Dalam Jumlah Besar

Ketua Tim GSC, I Gede Suwiwa menjelaskan tes kebugaran ini melihat komponen kebugaran jasmani atau fisik para atlet. Komponen yang dimaksud meliputi kecepatan, kekuatan, daya tahan, hingga keseimbangan.

"Termasuk juga antropometri, yakni mengukur antara tinggi dan berat badan para atlet, apakah proporsional atau tidak," terangnya. 

Mantan atlet pencak silat ini menambahkan, hasil test maksimal keluar dalam sepekan. Nantinya hasil test akan dipresentasikan kepada pelatih sehingga dapat dilakukan perbaikan pada bagian yang masih perlu untuk ditingkatkan. 

"Masih ada waktu dua bulan untuk meningkatkan kemampuan atlet, melalui latihan yang terprogram. Karenanya diharapkan dari latihan tersebut ada peningkatan fisik. Karena salah satu yang menentukan prestasi adalah fisik. Kemudian didukung teknik yang mumpuni dan diatur oleh taktik dan strategi yang matang," tandasnya. (mer)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved