Berita Buleleng

Antisipasi Cacar Monyet, Rumah Sakit Diminta Siapkan Tes PCR Hingga Ruang Perawatan Khusus

Antisipasi Cacar Monyet, Rumah Sakit Diminta Siapkan Tes PCR Hingga Ruang Perawatan Khusus

Tribun Bali/Ratu
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus cacar monyet sudah masuk ke Indonesia. Berbagai antisipasi pun mulai dilakukan di beberapa daerah, salah satunya Buleleng.

Dinas Kesehatan Buleleng telah meminta seluruh rumah sakit, untuk menyusun SOP apabila menerima pasien dengan gejala mengarah ke cacar monyet.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto dihubungi Selasa 23 Agustus 2022 mengatakan, sejauh ini kasus cacar monyet baru ditemukan di Jakarta, dan belum menyebar ke Buleleng.

Namun pihaknya telah meminta kepada seluruh rumah sakit, untuk melakukan sejumlah antisipasi.

Waspada Penyakit Virus Cacar Monyet, Kenali Gejala hingga Bahayanya!
Waspada Penyakit Virus Cacar Monyet, Kenali Gejala hingga Bahayanya! (PIXABAY)

Salah satunya menyusun SOP, apabila menerima pasien yang mengalami gejala ke arah cacar monyet.

Dimana, apabila terdapat pasien yang mengalami ruam pada tubuh, maka rumah sakit harus melakukan tes PCR. Tes ini dilakukan untuk memastikan apakah pasien tersebut positif terjangkit cacar monyet atau tidak. Tes PCR yang dilakukan, diterangkan Sucipto berbeda dengan tes PCR yang biasa dilakukan untuk Covid-19. Khusus untuk cacar monyet ini, tes PCR dilakukan dengan swab pada bagian ruam yang ada di tubuh pasien.

Selain itu, Sucipto menyebut, pihaknya juga telah meminta seluruh rumah sakit untuk menyediakan ruang perawatan khusus pasien yang mengelamai gejala ke arah cacar monyet. "Bisa pakai ruang yang dulu digunakan untuk perawatan pasien Covid, karena penularan cacar monyet ini melalui kontak erat," terangnya.

Disinggung terkait ketersediaan obat cacar monyet, Sucipto menyebut hingga saat ini belum tersedia. Demikian dengan vaksinnya, Sucipto juga menyebut belum ada informasi yang diberikan oleh pemerintah pusat. "Obat atau vaksinnya belum ada. Tapi ada persamaan obat yang mungkin bisa digunakan oleh medis. Pada intinya kebersihan dan menjaga protokol kesehatan lebih penting, karena cacar monyet ini penularannya lewat kontak erat," jelasnya.

Disinggung terkait perbedaan antara cacar air dan cacar monyet, Sucipto menjelaskan, cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox . Sedangkan cacar air disebabkan oleh virus variola. Pasien yang mengalami cacar monyet memiliki gejala ruam pada bagian tangan dan kaki, hingga selangkangan.

"Cacar monyet ini penularan awalnya dari hewan ke manusia. Kemudian menular antar manusia. Penularannya lewat kontak langsung atau bisa juga melalui air liur saat batuk atau bersin. Selama ini cacar monyet belum pernah ada di Buleleng. Dan saat ini kasusnya sudah ada di Jakarta. Astungkara jangan sampai masuk ke Buleleng," tandasnya. (rtu)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved