Oleh oleh Bali

Oleh-oleh Bali, Salak Gula Pasir, Komoditas Unggul Masyarakat Jadi Buah Tangan Wisatawan

Oleh-oleh Bali, Salak Gula Pasir, Komoditas Unggul Masyarakat Jadi Buah Tangan Wisatawan

tribunnews
Oleh-oleh Bali, Salak Gula Pasir, Komoditas Unggul Masyarakat Jadi Buah Tangan Wisatawan 

TRIBUN-BALI.COM –  Oleh-oleh Bali memiliki banyak jenis mulai dari makanan, barang seperti lukisan, kain pantai, baju, tas dan masih banyak lainnya.

Buat tribunners yang ingin membawa oleh-oleh tapi tak mau repot, bisa memilih salak gula pasir khas Bali.

Salak sudah menjadi jenis buah yang familiar di telinga masyarakat Indonesia.

Salak gula pasir khas Bali menjadi jenis oleh-oleh menarik saat tribunners liburan ke Bali.

Buah yang satu ini dikenal sebagai komoditas unggul masyarakat Bali dan juga merupakan produk agrowisata yang dijumpai di kawasan Karangasem.

Jika dikonsumsi ketika usia muda, memiliki rasa yang cenderung asam.

Sementara itu, ketika buah ini berusia tua, daging buahnya berubah menjadi terasa begitu manis dengan tekstur dagingnya juga cukup kasar.

Rasa yang begitu manis dari salak gula pasir bisa diperoleh karena salak ini memang memiliki kandungan air tinggi.

Bentuk yang mungil, lebih kecil dibandingkan salak bali ataupun salak pondoh, Daging buahnya juga tidak terlalu tebal, biasanya berwarna putih.

Salak ini juga mudah ditemukan di pasar tradisional yang berada di Bali.

Sehingga cocok buat kamu yang menyukai buah-buahan sebagai buah tangan untuk keluarga terdekat.

Dinas Pertanian Tabanan saat ini sedang dalam proses registrasi kebun untuk komoditas unggulan dari Tabanan yang menembus pasar ekspor.

Registrasi kebun merupakan salah satu syarat untuk menjual produk ke luar negeri.

Komoditas yang dimaksud adalah salak gula pasir yang banyak dikembangkan di Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali.

Dalam beberapa waktu ke depan, salak gula pasir ini nantinya menemani komoditas Manggis untuk dijual ke pasar luar negeri atau ekspor.

Negara yang rencananya dituju adalah Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan tahun ini, produksi Manggis pasa 2019 sebesar 69 ton.

Pada tahun berikutnya, 2020, meningkat menjadi 1.025 ton. Sedangkan untuk salak, produksinya relatif tinggi yakni pada tahun 2019 sebanyak 114,8 ton, kemudian pada 2020 sebanyak 188,5 ton.(*)
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved