Berita Gianyar
Sedang Berlangsung Prosesi Pengabenan Korban Kompor Mayat Meledak, Kadek Gian di Setra Selat Belaga
Jenazah Kadek Gian (15) sudah tiba di Setra Desa Adat Selat Belaga, Blahabatuh Gianyar pada Selasa 23 Agustus 2022 siang.
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sedang Berlangsung Prosesi Pengabenan Korban Kompor Mayat Meledak, Kadek Gian di Setra Selat Belaga.
Jenazah Kadek Gian (15) sudah tiba di Setra Desa Adat Selat Belaga, Blahabatuh Gianyar pada Selasa 23 Agustus 2022 siang.
Dari pantau Tribun-Bali.com, jenazah Kadek Gian tenagh dikeluarkan dari peti dan dimasukan ke wadah dan akan mengikuti rakaian upacara pengabenan selanjutnya.
Suasana di sekitar setra atau kuburan Desa Adat Selat Belaga pun tampak dipenuhi warga dan teman-teman mediang Kadek Gian yang datang.
Seperti diketahui, Kadek Gian merupakan salah satu korban meninggal dalam isiden kompor pembakaran mayat yang meledak pada Jumat 19 Agustus 2022.
Ia pun meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di RS Prof IGNG Ngoerah atau RSUP Sanglah usai mengalami luka bakar hampir 90 persen pada 21 Agustus 2022 pukul 17.00 WITA.
Selain Kadek Gian, terdapat satu korban meninggal dunia bernama Oscar yang sempat di rawat di rumah sakit yang sama.

Namun, Oscar tidak bisa terselamatkan usai mengalami luka bakar hampir 98 persen dan menghembuskan nafas pada Sabtu 20 Agustus 2022 malam.
Kadek Gian Dimata Teman-teman
Pada proses upacara ngaben Kade Gian, tampak teman mendiang Lia Citra, Kadek Moana Dewi, dan Made Feri, hadir di Setra Desa Adat Selat Belaga pada hari ini Selasa 23 Agustus 2022.
Baca juga: MENGENANG Mendiang Kadek Gian, Korban Kompor Mayat Meledak, Ini Kata Temannya
Lia Citra yang merupakan teman Kadek Gian pun menceritkan sosok mendiang di sekolah.
"Kadek Gian kelas 9C di sekolah (SMP), dia suka membantu guru, anaknya periang suka bermain dengan teman-teman," ucap Lia Citra, yang juga Ketua Osis ini.
Selain itu, menurut Lia Kadek Gian merupakan sosok yang suka bersih-bersih, dan sangat aktif pada kegiatan Osis di sekolahnya.
Sosok Kadek Gian juga disukai teman-teman sekolah, karena dia pandai melawak semasa hidupnya.
Humorisnya Kadek Gian ini, menjadi kenangan indah tersendiri dimata teman-teman sekolah almarhum.
Made Feri merupakan teman mendiang dan sering bermain bersama menyebut jika sosok Kadek Gian gemar membuat layangan dan mencintai dunia otomotif.
"Kadang bikin layangan juga, dan bongkar motor karena suka otomotif," jelasnya.
Kadek Gian pun, diceritakan memiliki sifat ringan tangan dan suka membantu, terutama membantu gurunya di sekolah.

Hasil Olah TKP
Tim olah TKP Bidlabfor Polda Bali mendatangi setra/kuburan Desa Adat Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Senin 22 Agustus 2022.
Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari penyebab kebakaran yang merenggut dua korban jiwa dan korban luka.
Baca juga: Hasil Olah TKP Insiden Kompor Pembakaran Mayat Meledak di Blahbatuh, Selang Kompor Ternyata Bocor
Informasi dihimpun, kegiatan ini diikuti oleh AKBP Anang Kusnadi, Kompol I Made Agus Adi Putra SKom, dan petugas Polda Bali lainnya.
Olah TKP ini berlangsung tertutup untuk umum dengan dipasangi garis polisi. Tim olah TKP Bidlabfor Polda Bali didampingi Kanit Reskrim dan 5 orang anggota Unit Reskrim Polsek Blahbatuh.
Kabidhumas Polda Bali, Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto menjelaskan, dalam olah TKP tersebut, terungkap, pada saat terjadi ledakan dan kebakaran kompor dalam posisi hidup dan sedang melakukan proses pembakaran petulangan/jenasah.
"Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP ledakan dan kebakaran ditemukan lokasi ledakan berada di dalam tabung minyak kompor yang terlempar sejauh 32 meter arah utara lokasi awal tabung dengan alas tabung terlepas dan tertinggal di lokasi awal tabung," ungkapnya.
Sementara, lanjutnya, penyebab terjadinya ledakan dan kebakaran adalah akibat terjadi kebocoran pada selang kompor.
Bahan bakar yang keluar dari selang yang bocor tersebut tersambar oleh api proses pembakaran petulangan/jenasah, kemudian merambat ke dalam tabung minyak (campuran solar dan pertalite) sehingga terjadi ledakan disertai kebakaran.
"Barang bukti yang ditemukan dan diambil di sekitar lokasi ledakan dan api pertama kebakaran, berupa swab tabung minyak kompor dan selang kompor. Barang bukti ini nanti untuk pemeriksaan lebih lanjut di Lab," ujarnya.
Keluarga Syok
Pihak keluarga masih syok akan peristiwa meninggalnya, almarhum Kadek Gian Pramana Putra (15), pasca terbakar saat upacara ngaben di Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Jumat 19 Agustus 2022 lalu. Mereka selalu menitikkan air mata saat mengingat sosok Gian, yang terbaring kesakitan saat dalam perawatan di RSUP Sanglah.
"Besok (hari ini, Red) Gian langsung diaben, jenazahnya masih di rumah sakit. Besok dipulangkan langsung diaben," ujar seorang keluarga Gian, dengan nada sedih di Desa Selta Belega, Senin. Dia pun mengatakan, pihak keluarga belum siap diwawancarai terkait hal ini.
Kehilangan bukan hanya dirasakan oleh pihak keluarga, namun juga warga setempat. Seperti halnya I Komang Gading, pecalang Desa Adat Selat Belega mengatakan, dadanya terasa sesak saat mendengarkan kabar bahwa Gian meninggal.
"Dada saya terasa sesak begitu tahu Gian meninggal. Gian sudah saya anggap sebagai anak sendiri. Dia sering bermain sama anak saya," ujarnya.
Gading pun menghela napas saat mengingat momen Gian berlari ke rumah warga dalam kondisi terbakar. Saat itu, dirinya bersama warga lainnya ikut berlari mengejar Gian untuk membantu.
Namun upaya Gian untuk menyelamatkan diri tak berhasil. Ia pun meninggal dalam perawatan di RSUP Sanglah dengan luka bakar mencapai 90 persen.
"Saat itu situasinya sangat krodit. Semua orang panik. Semua kendaraan warga ikut diturunkan membawa para korban ke rumah sakit. Mobil patroli polisi yang kebetulan lewat juga banyak membawa korban ke rumah sakit," ujarnya.
Menurut Gading, Gian merupakan sosok periang, yang mudah bergaul dengan siapa saja. Semasa hidupnya suka bermain voli. Ia merupakan anak kedua, yang dibesarkan oleh ibunya pasca ayahnya meninggal karena sakit sekitar tiga tahun lalu. Gian tumbuh dengan baik dalam keluarga wirauhasa yang bergerak di bidang beras.
"Gian orangnya baik. Saya sangat kehilangan sekali. Sudah seperti anak sendiri," ujar Gading.
Baca juga: 4 KORBAN Kompor Mayat Meledak Segera Dioperasi, Simak Penjelasan Dokter Bedah Plastik
Jero Bendesa Selat Belega, I Made Arto mengatakan, Gian semasa hidupnya merupakan anak yang aktif dan suka bergaul. "Semua warga sangat kehilangan sosok Gian," ujarnya.
Terkait prosesi pengabenan Gian, Arto mengatakan pihak krama telah menyiapkan sarana prasarana sejak Minggu kemarin. Polah-palih atau rangkaian upacara ngaben pada Selasa, seperti dresta setempat, yakni menggunakan petulangan. Sebagai keturunan Arya Tan Mundur, petulangan Gian menggunakan singa merah.
"Kemarin krama langsung tedun membuat sarana upakara pengabenan, tapi untuk petulangannya, karena terkendala waktu, diputuskan untuk membeli di luar," ujarnya.Arto mengatakan ngaben akan digelar di setra/kuburan Desa Selat Belega dari pagi, dan kemungkinan kremasi atau pembakaran akan berlangsung siang hari. Dalam mengantisipasi hal serupa tak terjadi lagi, akan disiagakan mobil pemadam kebakaran. Sementara untuk pembakaran, pihaknya tetap menggunakan kompor jenazah. Namun untuk bahan bakarnya, pihaknya belum mengetahui jenis apa yang digunakan.
(*)
(Tribun-Bali.com/Putu Yunia Andriyani/I Wayan Eri Gunarta)