Breaking News:

Kompor Mayat Meledak

4 KORBAN Kompor Mayat Meledak Segera Dioperasi, Simak Penjelasan Dokter Bedah Plastik

Tragedi kompor mayat meledak, dalam upacara ngaben massal di Blahbatuh menjadi duka mendalam. Ada 4 pasien yang akan dioperasi karena luka bakar ini.

Yunia
Konferensi pers RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali terkait kondisi terkini korban ledakan kompor mayat dan rencana tindakan 

TRIBUN-BALI.COM - Tragedi kompor mayat meledak, dalam upacara ngaben massal di Blahbatuh menjadi duka mendalam. 

Dua orang korban meninggal dunia, Oscar dan Kadek Gian, telah berpulang karena luka bakar yang parah. 

Masih ada beberapa orang yang terluka, pasca insiden kompor mayat meledak itu. 

Sebanyak 4 pasien harus mendapatkan penanganan rumah sakit.

Seluruh pasien kini dirawat di Ruang Perawatan Luka Bakar dan Perawatan Intensif RSUP Prof Ngurah, Denpasar, Bali.

Baca juga: PILU Kepergian Kadek Gian, Korban Kompor Mayat Meledak, Warga Selat Belega Merasa Kehilangan 

Baca juga: KISAH PILU Oscar Bantu Sang Kakek, Jadi Korban Kompor Mayat Meledak, Tinggalkan Balita

TKP - Masih ada beberapa orang yang terluka, pasca insiden kompor mayat meledak itu. 

Sebanyak 4 pasien harus mendapatkan penanganan rumah sakit.

Seluruh pasien kini dirawat di Ruang Perawatan Luka Bakar dan Perawatan Intensif RSUP Prof Ngurah, Denpasar, Bali.
TKP - Masih ada beberapa orang yang terluka, pasca insiden kompor mayat meledak itu.  Sebanyak 4 pasien harus mendapatkan penanganan rumah sakit. Seluruh pasien kini dirawat di Ruang Perawatan Luka Bakar dan Perawatan Intensif RSUP Prof Ngurah, Denpasar, Bali. (Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra)

Dalam konferensi pers oleh pihak rumah sakit pada Senin, 22 Agustus 2022, Dr. dr. Agus Roy Rusly Hariantana Hamid, SpBp-RE(K) menjelaskan kondisi korban insiden kompor mayat meledak terkini.

“Semua korban saat ini dalam kondisi sadar, bisa makan dan minum.

Namun makan dan minum pasien semuanya diatur oleh ahli gizi di penanganan luka bakar,” jelas Dr. dr. Agus Roy Rusly Hariantana Hamid, SpBp-RE(K).

Dokter Roy yang sekaligus dokter penanggung jawab kasus ini, kemudian merincikan kondisi para korban.

Pasien yang pertama memiliki luas luka bakar 70 persen ini, kondisinya masih kritis dan belum stabil atas nama I Kadek Dwi Putra Jaya.

Lelaki 30 tahun ini, saat ini hanya menggunakan oksigen masker dan tidak menggunakan inkubasi.

Saat ini, pihak rumah sakit sedang mengejar kecukupan cairan dan mempertahankan jalan nafas pasien.

Pasien yang kedua usianya 11 tahun dengan luas luka bakar 38 persen, atas nama I Gusti Ngurah Pradita.

Walaupun luas luka bakar di bawah 50 persen, namun luka bakar cukup berat bagi anak-anak apalagi usianya di bawah 15 tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved