Nanovest Seratus Persen Karya Anak Bangsa, Percaya Dapat Lalui Masa Crypto Winter
Crypto winter merupakan sebutan untuk fenomena jatuhnya harga atau nilai mata uang kripto di pasar secara drastis dalam jangka waktu panjang.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Nanovest 100 Persen Karya Anak Bangsa Percaya Dapat Lalui Masa Crypto Winter
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini, dunia cryptocurrency tengah memasuki masa crypto winter tidak hanya di Indonesia, melainkan secara global.
Crypto winter merupakan sebutan untuk fenomena jatuhnya harga atau nilai mata uang kripto di pasar secara drastis dalam jangka waktu panjang.
Namun hal ini, tidak menghentikan semangat Nanovest untuk tetap tumbuh di tengah jebloknya transaksi kripto.
“Tidak hanya lokal, global juga banyak sekali perusahaan yang terimpact (crypto winter). Jadi itu something yang memang sudah terjadi dan yang terpenting bagaimana cara kita meresponnya,” ujar Chief Operating Officer Nanovest, Billy Suryajaya saat peluncuran platform investasi Nanovest, di bawah naungan PT Tumbuh Bersama Nano, di Badung, Rabu (24 Agustus 2022).
Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi (BAPPEBTI) pada Juni 2022, pengguna aset kripto di Indonesia baru berjumlah 15,1 juta.
Padahal, populasi di Indonesia di atas 275 juta orang.
Ini berarti, ungkap Billy, kurang dari 6 persen masyarakat Indonesia belum menggunakan atau memiliki aset digital.
“Kami berinisiatif untuk merangsang pertumbuhan investor aset digital melalui platform kami yakni Nanovest dengan menghadirkan berbagai fitur menarik untuk mendukung aktivitas pengguna di platform Nanovest,” katanya.
Pihaknya menyebutkan, dengan Rp 5 ribu, pengguna sudah bisa mulai berinvestasi di Nanovest.
Untuk itu, pihaknya pun menargetkan para investor pemula karena penggunaannya telah dipermudah.
Selain itu, Nanovest juga telah berkolaborasi dengan aset kripto bernama NanoByte Token (NBT) yang dikembangkan oleh salah satu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara British Virgin Islands, untuk dapat diperkenalkan di dalam pasar aset kripto di Indonesia.
“Dari sudut pandang perusahaan, Indonesia sebenarnya memiliki potensi pasar aset digital yang sangat tinggi. Kami rasa, potensi pertumbuhan aset kripto di Indonesia sangat tinggi,” katanya.
Hal ini juga selaras dengan laporan dari Financial Times yang menyebut Bali sebagai salah satu tempat di Indonesia yang menjadi tujuan utama bagi para penggemar kripto dunia.
Maka, tidak mengherankan bila banyak pengguna kripto berbondong-bondong datang ke Bali, untuk mendapatkan pengalaman lebih terkait aset digital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Nanovest-Bali.jpg)