MotoGP
Andrea Dovizioso Menjadi Pembalap Senior di MotoGP 2022, Sirkuit San Marino Ajang Terakhirnya
Ia menjadikan dirinya senior dibawah para juniornya yang terbilang masih dibawah 30 tahun atau lebih muda dari pembalap lainnya
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kabar MotoGP hari ini, balapan MotoGP musim ini menjadi yang spesial bagi Andrea Dovizioso.
Pembalap senior ini, pada musim balapnya tahun ini telah memasuki usia ke 36 tahun.
Hal ini menjadikannya, Andrea Dovizioso menjadi pembalap paling senior untuk ajang MotoGP 2022.
Ia menjadikan dirinya senior dibawah para juniornya yang terbilang masih dibawah 30 tahun atau lebih muda dari pembalap lainnya.
Baca juga: Francesco Bagnaia Acuhkan Tanggapan Valentino Rossi, Juara MotoGP Austria Jadi Bukti
Pada 16 Maret lalu, Andrea Dovizioso memasuki usia yang tak terbilang muda lagi bahkan ia menjadi pembalap paling tua secara umur di kancah MotoGP 2022.
Meski begitu, Dovi sapaan akrabnya, telah memutuskan untuk pensiun lebih awal tanpa harus menunggu seri terakhir MotoGP 2022 dipentas di Valencia, Spanyol.
Dovi dan Yamaha sepakat untuk mengakhiri kerjasama mereka usai menjalani seri MotoGP San Marino 2022 pada awal September mendatang.
Baca juga: Luca Marini Catatkan Posisi Terbaik di MotoGP Austria 2022, Ungkap Sirkuit Zig-zag Beratkan Ducati
Dengan usia yang tergolong senior, wajar jika Dovizioso memiliki jam terbang cukup tinggi dan banyak mengalami pergantian rekan setim.
Sebut saja nama-nama besar pembalap MotoGP seperti Dani Pedrosa, Casey Stoner, Cal Crutchlow, Nicky Hayden, Jorge Lorenzo, Danilo Petrucci dan bahkan Valentino Rossi pernah menjadi rekan setim Dovi.

Ya, Dovi pernah menjadi rekan setim Valentino Rossi ketika di 2021 membalap untuk tim Petronas Yamaha SRT.
Maka itu, seperti melansir dari Speedweek.com, pembalap MotoGP Italia ini ditanya mengenai siapa rekan setim yang paling berkesan baginya selama berada di MotoGP.
Menjadi menarik, Andrea Dovizioso pun menyebutkan tentang Nicky Hayden, rekan setimnya dahulu di awal dirinya menjadi pembalap pabrikan Ducati di 2013.
“Sulit untuk menyebutkan hanya satu, karena saya memiliki hubungan yang baik dengan banyak orang,” aku Dovi yang sebelumnya memiliki nama bekan Desmodovi.
Ya, nama yang melekat setelah dirinya menjadi pembalap Ducati dan mengembangkan Ducati Desmosedici hingga kompetitif.