Berita Buleleng
Dua Kelompok Tani Terima Bantuan Uppo
Kementerian Pertanian memberikan bantuan dua Unit Pengolahan Pupuk Organik (Uppo) untuk kelompok petani di Desa Les Kecamatan Tejakula dan Desa Patas
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kementerian Pertanian memberikan bantuan dua Unit Pengolahan Pupuk Organik (Uppo) untuk kelompok petani di Desa Les Kecamatan Tejakula dan Desa Patas Kecamatan Gerokgak.
Bantuan ini diberikan agar petani bisa memproduksi pupuk organik sendiri.
Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian Buleleng, Made Siladharma dikonfirmasi Minggu (28/8) mengatakan, bantuan untuk masing-masing Uppo senilai Rp 200 juta.
Bantuan diberikan langsung kepada kelompok petani, untuk kemudian dibangun secara swadaya.
Dalam Uppo tersebut, petani harus membangun rumah kompos dan bak fermentasi. Selain itu, dari dana Rp 200 juta yang diberikan itu, petani juga harus membeli delapan ekor sapi dan satu unit motor roda tiga. Kotoran yang dihasilkan oleh sapi-sapi itu kemudian dicampur dengan sekam bakar, lalu difermentasi selama beberapa hari, untuk menghasilkan pupuk organik.
Pupuk organik yang dibuat di Uppo ini diharapkan bisa digunakan oleh kelompok tani yang ada di wilayah tersebut, untuk di aplikasikan di lahannya masing-masing. "Harapannya dengan adanya Uppo ini, petani bisa memproduksi pupuk organik sendiri, lalu digunakan untuk lahannya sendiri. Tapi kalau kelompok tani itu ingin mengembangkannya lagi agar bisa dijual, ya bisa saja. Mungkin dengan menyerap kotoran-kotoran ternak yang ada di desanya. Namun yang penting, kebutuhan kelompoknya terpenuhi dulu," jelasnya.
Bantuan dua unit Uppo dari Kementan ini dikatakan Siladharma, merupakan usulan yang dikirim oleh pihaknya pada 2021 lalu. Usulan yang dikirim pun sejatinya untuk lima kelompok tani. Namun karena keterbatasan anggaran, Kementan hanya memberikan bantuan untuk dua kelompok tani.
"Minat kelompok tani di Buleleng untuk mendapatkan bantuan Uppo ini sangat tinggi. Tahun ini saja, kami kirim 10 usulan ke Kementan, untuk bantuan di 2023 nanti. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Harapannya sih semua usulan disetujui. Sehingga petani lebih masif menggunakan pupuk organik," jelasnya. (rtu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/adsadasdadsdad.jpg)