Pemilu 2024

4.194 Pemilih Jembrana Tak Memenuhi Syarat di Agustus, KPU Jembrana Terus Update Data Pemilih

4.194 Pemilih Jembrana Tak Memenuhi Syarat di Agustus *KPU Jembrana Terus Update Data Pemilih

Tribun Medan/Riski Cahyadi
ilustrasi 

NEGARA, TRIBUN BALI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana terus melakukan rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) menjelang Pemilu Serentak 2022. Pada bulan Agustus, tercatat ada 4.194 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Sehingga total pemilih pada bulan ini menjadi 233.380 orang.

Menurut data yang diperoleh, dari total pemilih tersebut rincianya laki-laki sebanyak 115.709 orang dan perempuan sebanyak 117.671 orang tersebar di lima kecamatan yang ada. Dan untuk pemilih baru tercatat sebanyak 42 orang.

Komisioner KPU Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Ni Putu Angelia mengatakan, rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) dilakukan setiap bulan. Keemudian rapat koordinasi dilakukan setiap triwulan atu tiga bulan. Tujuannya adalah untuk terus mendata para pemilih di Jembrana sebagai persiapan Pemilu 2024 mendatang.

"Kegiatan ini rutin setiap bulannya. Jadi setiap bulan akan ada penyampaian mengenai pergeseran-pergeseran data dari sebelumnya. Sebab, bisa jadi ada penambahan dan bisa jadi ada pengurangan," jelas komisioner yang lebih akrab disapa Angel ini saat dikonfirmasi, Jumat 2 September 2022.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, kata dia, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Polri, TNI, PMD serta Disdukcapil Jembrana untuk melakukan penyandingan data. Dan khusus untuk bulan Agustus 2022, ditemukan 4.194 pemilih yang tidak memenuhi syarat. Selain itu juga ad data pemilih baru sebanyak 42 orang.

"Ini (data) juga merupakan data yang diturunkan oleh KPU RI yaitu data hasil penyandingan dng data DPT terakhir dengan data Mendagri. Dari data tersebut, yang TMS meliputi pemilih yang sudah meninggal dunia, pindah domisili dan ada yang belum lakukan perekaman," jelasnya.

Angel menegaskan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jembrana. Sebab, pihaknya berharap ada update data dari setiap desa atau kelurahan baik yang pemilih yang pindah maupun yang meninggal. Yang diutamakan adalah untuk pemilih yang meninggal dunia, karena yang meninggal tersebut harus dibuktikan dengan resmi yakni surat keterangan dari desa dan bukti akta kematian dari Dukcapil.

"Nah syart itu menjadi dasar untuk penghapusan data nantinya," jelas Angel.

Menurutnya, data ini bersifat dinamis. Sebab, pendataan ini akan terus dilakukan untuk memantapkan jumlah pemilih menjelang Pemilu 2024 mendatang.

"Mungkin nanti akan ada penambahan atau pengurangan. Karena data ini sifatnya sangat dinamis," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved