Destinasi Wisata Bali

Destinasi Wisata Bali Desa Wisata Sudaji, Tempat Meditasi Sekaligus Healing di Buleleng

Destinasi Wisata Bali Desa Wisata Sudaji, Desa Tua Tempat Meditasi Sekaligus Healing di Buleleng

capture instagram Desa Wisata Sudaji
Destinasi Wisata Bali Desa Wisata Sudaji, Tempat Meditasi Sekaligus Healing di Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM -  Destinasi Wisata Bali terkenal dengan keindahan pantainya, namun tak hanya itu saja.
 
Kini Bali memiliki destinasi baru yang tak kalah menariknya, yakni wisata ke Desa yang berada di Pulau Dewata ini.
 
Wisata ke Desa sangat menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara karena kita bisa belajar bagaimana kehidupan masyarakat sekitar, membaur dengan warga lokal yang kental dengan budaya Bali.
 
Salah satunya  Destinasi Wisata Bali dengan konsep tersebut yaitu Desa Wisata Sudaji.
 
Desa Wisata Sudaji terletak di Kabupaten Buleleng, Bali, Berlokasi di dataran tinggi.


 
Untuk diketahui, Desa Wisata Sudaji Kabupaten Buleleng, Bali, merupakan salah satu desa tua.
 
Desa ini memiliki iklim tropis, sehingga tanahnya cocok ditanami berbagai buah dan sayuran, antara lain padi dan kacang-kacangan, juga aneka buah-buahan seperti, mangga, rambutan, dan manggis.

 
Filosofi dan Kegiatan di Desa Wisata Sudaji
 
Desa Wisata Sudaji memiliki nama yang berawal dari Sari Aji yang kemudian berganti menjadi Sudaji, dengan "Suda" berarti bersih dan "Aji" berarti ajaran.
 
Desa Wisata Sudaji memiliki lahan seluas 1.834,55 hektar.

 Kemudian, Desa ini tengah mengembangkan community-based tourism (pariwisata berbasis masyarakat).


 
Tak hanya itu saja, Desa ini juga memiliki hutan buatan lho tribunners, bernama Hutan Namaste.
 
Di hutan ini, wisatawan bisa melakukan meditasi, serta terdapat pohon yang menyerupai gua atau pintu.
 
Buat tribunners yang mencari ketenangan dengan belajar kehidupan masyarakat bisa menginap di salah satu homestay desa wisata ini.
 
Home stay tersebut bernama Om Unity Bali dan meraih predikat tempat healing keempat terbaik se-Bali.
 
Bangunan yang terbuat dari bambu dan dikelilingi pepohonan menambah suasana sejuk dan asri, sedangkan kamar mandinya dilengkapi lantai berbatu hitam.
Warga di Desa Wisata Sudaji masih mempertahankan seni budaya yang ada. 
 
Terdapat sebuah Tarian yang ditampilkan oleh pemuda dan pemudi ini menggambarkan masyarakat desa yang tengah bercocok tanam.


 
Tarian tersebut bernama tari prabawaning sudaji,  dan ada tarian baleganjur tunjung sakti yang bisa dinikmati.
 
Setiap tahun, tepatnya setiap purnama sasih karo, desa ini menyelenggarakan Festival Bukakak.
 
Festival yang dilakukan secara turun-temurun ini merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan atas tanah yang subur dan panen yang melimpah.
 
Dilansir dari laman Jadesta, festival ini salah satunya diawali dengan Pujawali di Pura Desa setempat.
 
Nantinya dua bukakak akan diarak dari dua arah yang berlawanan.
 
 
Rute Menuju Desa Wisata Sudaji
 
Tribunners yang berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, akan menempuh perjalanan panjang dengan waktu berkendara hingga 2 jam 40 menit, melewati Jalan Mahendradata, atau Jalan Bypass Ngurah Rai.
 
Jika tribunners berangkat dari Pusat Kota Denpasar akan menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam melewati Jalan Denpasar-Singaraja.
 
Akses jalan menuju Desa Wisata Sudaji bisa dilalui menggunakan sepeda motor maupun mobil ya tribunners.(*)
 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved