berita badung
Juara II Lomba Balap Sepeda Tingkat Nasional, Ratna Optimis Bisa Wakili Bali dan Indonesia
Juara II Lomba Balap Sepeda Tingkat Nasional, Ratna Optimis Bisa Wakili Bali dan Indonesia Kedepan
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ni Made Dwi Ayu Ratnadi (17), yeng merupakan siswa SMAN 1 Kuta Utara memiliki cita-cita yang tinggi untuk menjadi atlit sepeda wakil Bali dan Indonesia kedepan.
Ambisinya itu muncul setelah dirinya berhasil meraih juara II kategori Women Junior dalam Kejuaraan Nasional Balap Sepeda XCO Olympic Indonesian National Championship 2022 di Banyuwangi pada Bulan Juli lalu.
Bahkan sebelum ikut Kejuaraan Nasional Balap Sepeda XCO Olympic Indonesian National Championship 2022, siswi yang akrab disapa Ratna ini sudah mengantongi prestasi Juara I di Porprov Tahun 2019 pada cabang olahraga Balap Sepeda Kategori BMX. Bahkan saat ini, siswi kelas XI IPS-1 tersebut juga tengah mempersiapkan diri untuk mewakili Badung di ajang Porprov Tahun 2022.
Saat ditemui, di Sekolahnya pada Senin 5 September 2022, pihaknya mengaku meski bertubuh mungil, tidak menjadi halangan untuk dirinya menoreh prestasi. Kerja keras dan proses latihan yang panjang menjadi bukti keberhasilan Ratna di bidang balap sepeda.
Bahkan dirinya menarget bisa mempertahankan gelar juara yang diraihnya tahun 2019 silam pada porprov. Sebenarnya dalam dunia balap sepeda, Ratna sebetulnya adalah atlet pendatang baru.
Ratna mengakui ketertarikannya menyukai olahraga balap sepeda karena dimotivasi oleh sang kakak yang dulunya atlet balap sepeda. Lantaran sang kakak tidak bisa lagi berlaga di ajang Porprov karena ada batasan umur. Kini kakaknya ditunjuk menjadi pelatih balap sepeda di salah satu tim di Badung.
"Dulu saat ditawari saya sempat menolak. Mengingat kakak saya sekarang jadi pelatih, otomatis dia harus mencari bibit atlet untuk dilatih menjadi atlet Badung, nah, saya ditawari," tegasnya.
Penolakan dilakukan karena berpikir pasti kulitnya bakal menjadi hitam dan belang. Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap diajak latihan terus sejak kelas 6 SD.
Ratna melanjutkan, lomba yang pertama kali diikutinya yakni lomba balap sepeda kategori BMX di wilayah Serangan, Denpasar pada 2017 silam. Perlombaan MBX sendiri merupakan perlombaan balap sepeda yang dilaksanakan di sirkuit seluas 350 meter, yang mana di dalamnya terdapat banyak halangan dan rintangan. Kala itu, Ratna langsung menyabet juara I.
"Karena saya saat itu mendapat juara, hal itu menjadi motivasi bagi saya untuk meningkatkan kemampuannya di bidang balap sepeda," ucapnya.
Tahun 2019, Ratna kemudian ditunjuk mewakili Badung di ajang Porprov Bali. Sebagai atlet pendatang baru, tak bisa dipungkiri ada rasa tak percaya diri yang sempat menghantui. Bahkan untuk kategori BMX yang diikutinya, ada banyak atlet berpengalaman, bahkan juara bertahan.
Tak hanya itu. Ratna pun sempat diragukan oleh pelatih lainnya, lantaran tubuhnya yang kecil dan mungil. Bahkan dianggap atlet yang baru belajar naik sepeda. Tapi siapa sangka, justru Ratna lah yang keluar sebagai juara.
"Pelatih terus memotivasi saya. Intinya harus yakin pada diri sendiri, jangan dengarkan kata orang lain, dan terus berdoa. Karena saat berlomba sangat rawan sekali bisa kena cedera dan hal-hal sensitif lainnya. Saat Porprov itu, pada pertandingan pertama saya kalah jauh dari yang lain. Tapi dari lima pertandingan, di pertandingan selanjutnya saya bisa meraih posisi pertama," terang siswi asal Lukluk, Kecamatan Mengwi ini.
Sementara di Kejuaraan Nasional Balap Sepeda XCO Olympic Indonesian National Championship 2022, Ratna mendapatkan pengalaman baru bertemu dengan puluhan atlet tingkat nasional. Tentunya tingkat kesulitan pun dirasakan berbeda karena melawan atlet-atlet yang sudah berpengalaman. Saat itu, Ratna turun di kategori XCO (MBT), yang mana lebih banyak dilakukan di bukit yang sedikit terjal, bahkan jalur alam.
"Bukan hal yang mudah untuk dicapai karena lawan-lawannya sudah nasional dan banyak pengalaman. Selain itu, kaki saya luka, dan ototnya cedera. Cuaca juga hujan di area track, l becek, dan licin. Beratnya lagi, ada juga tanjakan 25 derajat yang harus ditaklukkan. Bersyukur banget bisa meraih posisi 2, meski saya dalam kondisi seperti itu," tutur siswi kelahiran 21 Agustus 2005 itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dfdfsdfsdfsdf.jpg)