Berita Klungkung

Imbas Kenaikan BBM, Sopir Angkutan Siswa Gratis Berharap Ada Kenaikan Upah

Kenaikan BBM bersubsidi berimbas di berbagai sektor, tidak ketercuali para sopir program angkutan siswa gratis di Klungkung.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
Foto: Eka Mita Suputra
Mobil angkutan siswa gratis saat menjemput siswa di SMP 3 Semarapura belum lama ini. 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Kenaikan BBM bersubsidi berimbas di berbagai sektor, tidak ketercuali para sopir program angkutan siswa gratis di Klungkung.

Mereka pun berharap adanya kenaikan upah, karena bertambahnya biaya operasional para sopir pasca kenaikan harga BBM bersubsidi.

Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra menjelaskan, sampai saat ini program angkutan siswa gratis masih berjalan dengan anggaran mencapai Rp3,9 miliar.

Pasca kenaikan harga BBM, dirinya mengakui sudah ada sopir yang sudah mempertanyakan apakah ada kenaikan upah, karena naiknya biaya operasional sopir akibat kenaikan BBM.

Mobil angkutan siswa gratis saat menjemput siswa di SMP 3 Semarapura belum lama ini.
Mobil angkutan siswa gratis saat menjemput siswa di SMP 3 Semarapura belum lama ini. (Foto: Eka Mita Suputra)

"Jujur sudah ada (sopir) yang menanyakan terkait peningkatan upah jasa angkutan siswa gratis. Saya sampaikan ke para sopir untuk bersabar dulu," ujar Sucitra, Selasa 6 September 2022. 

Menurutnya hal ini suatu yang wajar, karena kenaikan BBM akan memunculkan inflasi yang berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok.

Terkait hal ini pula, masih dibahas di TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah).

"Peluang ada, bagi sopir mengusulkan penambahan standar upah, karena kenaikan harga BBM. Ini masih menjadi bahasan,"jelasnya.

Menurut Sucitra, penghasilan para sopir angkutan siswa ini tergantung dari jarak tempuh mereka dalam menjemput dan mengantar siswa.

Rata-rata penghasilan sopir angkutan siswa gratis ini sebesar Rp3 juta perbulan.

Saat ini di Kecamatan Klungkung, ada sekitar 115 armada angkutan umum yang dimanfaatkan untuk angkatan siswa gratis.

"Rata-rata penghasilan sopir angkutan siswa gratis ini Rp3 Jutaan per bulan. Kerja mereka cuma antar jemput siswa. Diluar jam antar jemput siswa, para sopir yang merupakan sopir angkutan umum ini, bisa tetap kerja cari penumpang," jelasnya.

Untuk diketahui, tahun ini Dinas Perhubungan Klungkung kembali mengalokasikan anggaran untuk program angkutan siswa gratis.

Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp3,9 Miliar, untuk melayani antar jemput terhadap sekitar 1500 siswa di 5 SMP di Kecamatan Klungkung.

Program ini selain untuk mencegah pelanggaran lalu lintas oleh siswa, juga memberdayakan para sopir angkutan umum dengan melibatkannya dalam program ini. (mit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved