Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Persija Jakarta

Karier Thomas Doll, Sempat Melatih Borrusia Dortmund, Kini Persija Jakarta

Pelatih Persija Jakarta ini bahkan menceritakan pengalamannya selama berkarir di dunia Sepak Bola.

Tayang:
Editor: Ahmad Firizqi Irwan
dok ist/Persija
Pelatih Thomas Doll mengawasi latihan para pemain Macan Kemayoran ketika berlatih di Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Sabtu 27 Agustus 2022. Duel bigmatch di pekan ketujuh Liga 1 2022/2023 menyuguhkan pertemuan antara Arema FC vs Persija Jakarta pada Minggu 28 Agustus 2022 malam ini. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARKabar Persija Jakarta, pelatih Macan Kemayoran jauh-jauh terbaik dari Jerman untuk klub Indonesia.

Ia menyebut jika kepalatihannya sangat baik dengan skuad yang diharapkan bisa tampil gemilang saat ini.

Pelatih Persija Jakarta ini bahkan menceritakan pengalamannya selama berkarir di dunia Sepak Bola.

Mulai saat bermain sepak bola hingga menjadi pelatih saat ini.

Baca juga: Pelatih Persija Jakarta Intruksikan Skuadnya, Thomas Doll: Jangan Manja Musim Ini

Di pekan ke-8 Liga 1 2022/2023, pelatih pertama asal Jerman yang menukangi Persija Jakarta itu berhasil membawa Macan Kemayoran di posisi kelima klasemen.

Persija berhasil mengumpulkan poin 17 dari lima kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kali menelan kekalahan.

Hebatnya lagi, empat laga terakhir dilalui dengan sapu bersih poin, yaitu menang atas Rans Nusantara (3-0), Persita (1-0), Arema FC (1-0), dan Bhayangkara FC (2-1).

 

Di area taktikal, Thomas berhasil mengubah gaya permainan Macan Kemayoran dan berefek positif.

Di luar lapangan, Thomas memberikan kesan yang hangat.

Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut ramah pada fans dan awak media.

Baca juga: Persija Jakarta Meraih 4 Kemenangan di Liga Indonesia Musim Pertama

Thomas Doll mengungkapkan, karakternya saat ini tidak lepas dari kehidupannya di masa lalu saat masih berkarier sebagai pemain sepak bola di Eropa.

Ia mencetitakan, kehidupannya sebagai pemain sepak bola dahulu memiliki tantangan yang lebih kompleks dibandingkan masa sekarang.

Di antaranya harus berpisah dengan istri dan anak dalam waktu cukup lama.

 

“Menurut saya kehidupan pemain sepak bola di akhir tahun 80-an dan 90-an lebih berat dari sekarang. Saya harus terpisah jauh dari istri dan anak.”

“Dalam beberapa minggu saya pernah hanya dua hari berada di rumah dan sisanya saya mengikuti TC (training camp) bersama klub,” ucap Thomas Doll, seperti dikutip dari laman Persija Jakarta.

“Saya pun melakukan hal yang sama saat persiapan Olimpiade bersama Jerman Timur ataupun Piala Eropa 1992 setelah Jerman sudah melakukan reunifikasi,” lanjut mantan pemain Hamburg SV dan SS Lazio itu.

 

Kerja keras Thomas jauh dari keluarganya memang membuahkan hasil. Salah satunya dia berhasil membawa Jerman ke final Piala Eropa 1992.

Kendati Jerman harus kalah oleh Denmark pada saat itu, Thomas merasa mempunyai kebanggaan tersendiri.

“Tapi perlu dikatakan memang kerja keras saya terbayar. Selain kemampuan bermain yang meningkat, saya sangat bangga bisa bermain dengan Timnas Jerman. Saya pun sempat bermain di beberapa klub besar Jerman sepanjang karier saya,” ujarnya melanjutkan.

Baca juga: Mantan Pemain Persija Jakarta Akhirnya Bermain di Serbia

Thomas Doll berhasil meraih dua gelar DDR-Oberliga (Divisi tertinggi Jerman Timur) pada musim 1986-1987 dan 1987-1988 secara beruntun dan Piala DDR pada musim 1987-1988 dan 1988-1989 juga secara beruntun.

Ia pun pernah bermain di klub besar Eropa seperti Hamburg SV dan SS Lazio.

Namun dirinya sempat memiliki masa yang berat sebagai pemain.

 

“Di antara pengalaman saya sebagai pesepak bola profesional, mungkin Entracht Frankfut menjadi klub yang kurang berkesan bagi saya. Pada saat itu saya sering mengalami cedera sehingga hanya mendapat waktu bermain yang sedikit,” tutur Thomas.

Kini, dia mengaku kehidupannya sebagai pelatih Persija Jakarta bisa membuatnya lebih dekat dengan keluarga.

Karena seperti yang diketahui, istri dan anaknya yang berumur sepuluh bulan ikut menetap bersama Thomas di Jakarta.

 

“Menurut saya kehidupan sebagai pelatih lebih tenang dibandingkan saat saya masih aktif sebagai pemain.”

“Sekarang istri dan anak saya sudah ikut tinggal di Jakarta.”

“Jadi, kami bisa lebih sering menikmati waktu bersama walaupun sekedar pergi belanja ke Mal Pondok Indah dan Gandaria City,” ujar Thomas.

 

Profil Thomas Doll

Nama lengkap: Thomas Jens-Uwe Doll

Tempat, tanggal lahir: Malchin, Jerman, 9 April 1966

Usia: 56 tahun

Kewarganegaraan: Jerman

Posisi bermain: Gelandang serang

 

Karier pemain:

1983-1986: Hansa Rostock

1986-1990: BFC Dynamo

1990-1991: Hamburger SV

1991-1994: Lazio

1994: Eintracht Frankfurt (pinjaman)

1994: Eintracht Frankfurt

1996-1998: AS Bari

1998-2001: Hamburger SV

 

Tim nasional

1986–1990: Jerman Timur

1986–1988: Tim olimpiade Jerman Timur

1991–1993: Jerman

 

Karier pelatih:

2001-2002: Hamburg U19

2002-2004: Hamburger SV II

2004-2007: Hamburger SV

2007-2008: Borussia Dortmund

2009-2010: Genclerbirligi

2011-2012: Al Hilal Riyadh

2013-2018 : Ferencvaros

2019: Hannover 96

2019: APOEL Nicosia

2022- ...: Persija Jakarta

 

 

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Beratnya Pengorbanan Thomas Doll jadi Pesepak Bola di Eropa, Kini Dapat Pelipur Lara di Persija

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved