Persija Jakarta
Karier Thomas Doll, Sempat Melatih Borrusia Dortmund, Kini Persija Jakarta
Pelatih Persija Jakarta ini bahkan menceritakan pengalamannya selama berkarir di dunia Sepak Bola.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kabar Persija Jakarta, pelatih Macan Kemayoran jauh-jauh terbaik dari Jerman untuk klub Indonesia.
Ia menyebut jika kepalatihannya sangat baik dengan skuad yang diharapkan bisa tampil gemilang saat ini.
Pelatih Persija Jakarta ini bahkan menceritakan pengalamannya selama berkarir di dunia Sepak Bola.
Mulai saat bermain sepak bola hingga menjadi pelatih saat ini.
Baca juga: Pelatih Persija Jakarta Intruksikan Skuadnya, Thomas Doll: Jangan Manja Musim Ini
Di pekan ke-8 Liga 1 2022/2023, pelatih pertama asal Jerman yang menukangi Persija Jakarta itu berhasil membawa Macan Kemayoran di posisi kelima klasemen.
Persija berhasil mengumpulkan poin 17 dari lima kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kali menelan kekalahan.
Hebatnya lagi, empat laga terakhir dilalui dengan sapu bersih poin, yaitu menang atas Rans Nusantara (3-0), Persita (1-0), Arema FC (1-0), dan Bhayangkara FC (2-1).
Di area taktikal, Thomas berhasil mengubah gaya permainan Macan Kemayoran dan berefek positif.
Di luar lapangan, Thomas memberikan kesan yang hangat.
Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut ramah pada fans dan awak media.
Baca juga: Persija Jakarta Meraih 4 Kemenangan di Liga Indonesia Musim Pertama
Thomas Doll mengungkapkan, karakternya saat ini tidak lepas dari kehidupannya di masa lalu saat masih berkarier sebagai pemain sepak bola di Eropa.
Ia mencetitakan, kehidupannya sebagai pemain sepak bola dahulu memiliki tantangan yang lebih kompleks dibandingkan masa sekarang.
Di antaranya harus berpisah dengan istri dan anak dalam waktu cukup lama.
“Menurut saya kehidupan pemain sepak bola di akhir tahun 80-an dan 90-an lebih berat dari sekarang. Saya harus terpisah jauh dari istri dan anak.”
“Dalam beberapa minggu saya pernah hanya dua hari berada di rumah dan sisanya saya mengikuti TC (training camp) bersama klub,” ucap Thomas Doll, seperti dikutip dari laman Persija Jakarta.
“Saya pun melakukan hal yang sama saat persiapan Olimpiade bersama Jerman Timur ataupun Piala Eropa 1992 setelah Jerman sudah melakukan reunifikasi,” lanjut mantan pemain Hamburg SV dan SS Lazio itu.
Kerja keras Thomas jauh dari keluarganya memang membuahkan hasil. Salah satunya dia berhasil membawa Jerman ke final Piala Eropa 1992.
Kendati Jerman harus kalah oleh Denmark pada saat itu, Thomas merasa mempunyai kebanggaan tersendiri.
“Tapi perlu dikatakan memang kerja keras saya terbayar. Selain kemampuan bermain yang meningkat, saya sangat bangga bisa bermain dengan Timnas Jerman. Saya pun sempat bermain di beberapa klub besar Jerman sepanjang karier saya,” ujarnya melanjutkan.
Baca juga: Mantan Pemain Persija Jakarta Akhirnya Bermain di Serbia
Thomas Doll berhasil meraih dua gelar DDR-Oberliga (Divisi tertinggi Jerman Timur) pada musim 1986-1987 dan 1987-1988 secara beruntun dan Piala DDR pada musim 1987-1988 dan 1988-1989 juga secara beruntun.
Ia pun pernah bermain di klub besar Eropa seperti Hamburg SV dan SS Lazio.
Namun dirinya sempat memiliki masa yang berat sebagai pemain.
“Di antara pengalaman saya sebagai pesepak bola profesional, mungkin Entracht Frankfut menjadi klub yang kurang berkesan bagi saya. Pada saat itu saya sering mengalami cedera sehingga hanya mendapat waktu bermain yang sedikit,” tutur Thomas.
Kini, dia mengaku kehidupannya sebagai pelatih Persija Jakarta bisa membuatnya lebih dekat dengan keluarga.
Karena seperti yang diketahui, istri dan anaknya yang berumur sepuluh bulan ikut menetap bersama Thomas di Jakarta.
“Menurut saya kehidupan sebagai pelatih lebih tenang dibandingkan saat saya masih aktif sebagai pemain.”
“Sekarang istri dan anak saya sudah ikut tinggal di Jakarta.”
“Jadi, kami bisa lebih sering menikmati waktu bersama walaupun sekedar pergi belanja ke Mal Pondok Indah dan Gandaria City,” ujar Thomas.
Profil Thomas Doll
Nama lengkap: Thomas Jens-Uwe Doll
Tempat, tanggal lahir: Malchin, Jerman, 9 April 1966
Usia: 56 tahun
Kewarganegaraan: Jerman
Posisi bermain: Gelandang serang
Karier pemain:
1983-1986: Hansa Rostock
1986-1990: BFC Dynamo
1990-1991: Hamburger SV
1991-1994: Lazio
1994: Eintracht Frankfurt (pinjaman)
1994: Eintracht Frankfurt
1996-1998: AS Bari
1998-2001: Hamburger SV
Tim nasional
1986–1990: Jerman Timur
1986–1988: Tim olimpiade Jerman Timur
1991–1993: Jerman
Karier pelatih:
2001-2002: Hamburg U19
2002-2004: Hamburger SV II
2004-2007: Hamburger SV
2007-2008: Borussia Dortmund
2009-2010: Genclerbirligi
2011-2012: Al Hilal Riyadh
2013-2018 : Ferencvaros
2019: Hannover 96
2019: APOEL Nicosia
2022- ...: Persija Jakarta
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Beratnya Pengorbanan Thomas Doll jadi Pesepak Bola di Eropa, Kini Dapat Pelipur Lara di Persija
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelatih-thomas-doll-mengawasi-latihan-para-pemain-macan-kemayoran.jpg)