Sponsored Content

Hitam Putih Pameran Lukisan Bertajuk ‘The Wounds That No One Can See’, Dipajang di Artotel Sanur

Hitam Putih Pameran Lukisan Bertajuk ‘The Wounds That No One Can See’, Dipajang di Artotel Sanur

Tribun Bali/Wahyuni Sari
Tiga seniman pelukis yang terdiri dari Eka Sudarma Putra, Surya Subratha asal Bali serta Herman Priyono Yogyakarta mengadakan pameran lukisan bertajuk ‘The Wounds That No One Can See’ bertempat di Artotel, Sanur pada, Jumat 9 September 2022. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Tiga seniman pelukis yang terdiri dari Eka Sudarma Putra, Surya Subratha asal Bali serta Herman Priyono Yogyakarta mengadakan pameran lukisan bertajuk ‘The Wounds That No One Can See’ bertempat di Artotel, Sanur pada, Jumat 9 September 2022.

“Untuk pameran kali ini kita temanya memang hitam putih kita basic dengan karya kita masing-masing lalu bertemu di hitam putih. Kalau tema macam-macam setiap seniman memiliki tema masing-masing. Kalau aku bekerja dengan simbol, Surya dengan komiknya, Eka dengan aktifitasnya di Sanur sebagai perupa,” kata, Herman.

Sementara itu, Surya juga menambahkan secara visual memang mereka memilih kedekatan dengan warna hitam dan putih. Bukan kebetulan, jadi banyak proses sampai mereka dapat membuat pameran lukisan bertiga.

Tiga seniman pelukis yang terdiri dari Eka Sudarma Putra, Surya Subratha asal Bali serta Herman Priyono Yogyakarta mengadakan pameran lukisan bertajuk ‘The Wounds That No One Can See’ bertempat di Artotel, Sanur pada, Jumat 9 September 2022.
Tiga seniman pelukis yang terdiri dari Eka Sudarma Putra, Surya Subratha asal Bali serta Herman Priyono Yogyakarta mengadakan pameran lukisan bertajuk ‘The Wounds That No One Can See’ bertempat di Artotel, Sanur pada, Jumat 9 September 2022. (Tribun Bali/Wahyuni Sari)

“Untuk tema lukisan buatan saya, disini saya memaknai yang sedang kesakitan entah dalam hal percintaan atau hal-hal receh lainnya,” ujar, Surya.

Sedangkan, seniman lainnya yakni Eka Sudarma Putra mengatakan perlu waktu 4 bulan untuk mempersiapkan karya lukisannya yang kini dipajang di Artotel, Sanur. Dan tema yang diambil adalah beberapa memorinya di Sanur.

“Harapan kedepannya kalau aku sendiri lebih agar tetap dapat berkarya, sejauh ini itu saja harapannya. Yang lainnya itu hanya bonus. Kalau karya kolaborasi bertiga belum ada, dan mungkin akan ada nanti kita rencanakan,” pungkas, Eka.

 

Baca juga: Agus Eri Buat Anyaman Bung Karno Setinggi 19 Meter, Ini Kata Sang Seniman

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved