Berita Jembrana

Tarif Listrik Naik, Dishub Buleleng Kekurangan Anggaran Rp 1.6 Miliar Untuk Bayar Tagihan LPJU

Tarif Listrik Naik, Dishub Buleleng Kekurangan Anggaran Rp 1.6 Miliar Untuk Bayar Tagihan LPJU

Tribun Bali/Ratu
Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP saat menjelaskan terkait tambahan anggaran yang dibutuhkan untuk membayar tagihan listrik LPJU, akibat dampak naiknya tarif listrik 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - PT PLN telah menaikan tarif listrik sejak Juli lalu.

Hal ini membuat anggaran yang disediakan sebelumnya oleh Dinas Perhubungan Buleleng, untuk membayar tagihan Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) hingga akhir tahun menjadi kurang.

Jumlah kekurangannya mencapai Rp 1,6 Miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP dikonfirmasi Minggu 11 september2022 mengatakan, sebelum adanya kenaikan, setiap bulan pihaknya membayar tagihan listrik sebesar Rp 1,3 Miliar, dari 15.969 unit LPJU yang ada di Buleleng.

Sehingga untuk pembayaran dalam satu tahun, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 15 Miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP saat menjelaskan terkait tambahan anggaran yang dibutuhkan untuk membayar tagihan listrik LPJU, akibat dampak naiknya tarif listrik
Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP saat menjelaskan terkait tambahan anggaran yang dibutuhkan untuk membayar tagihan listrik LPJU, akibat dampak naiknya tarif listrik (Tribun Bali/Ratu)

Namun per Juli lalu, PLN secara resmi menaikan tarif listrik. Dilansir dari Kompas.com, untuk golongan rumah tangga tarifnya naik sebesar Rp 1.352 hingga Rp 1.699 per kWh, sementara bisnis besar Rp 1.444 per kWh, industri besar Rp 996 hingga Rp 1.114 per kWh, pemerintah Rp 1.522 hingga Rp 1.699 per kWh, dan layanan khusus Rp 1.644 per kWh.

Dengan adanya kenaikan tarif ini, anggaran Rp 15 Miliar yang sebelumnya telah disediakan, dikatakan Gunawan praktis menjadi kurang.

Dimana, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Dishub Buleleng, setidaknya pihaknya harus menambah anggaran lagi Rp 1,5 Miliar untuk memenuhi kebutuhan pembayaran tagihan LPJU hingga Desember 2022.

Atas kondisi tersebut, Dishub Buleleng telah melaporkan hal ini kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), agar kebutuhan tambahan anggaran itu dapat disediakan dalam APBD Perubahan.

Gunawan menyebut, pembayaran tagihan listrik LPJU memang cukup tinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved