Berita Bali

Hasil Kajian Kemenparekraf, Canggu Destinasi Favorit Bagi Wisman Digital Nomad di Bali

Perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) digital nomad ke Indonesia menunjukkan peningkatan yang positif.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
Pexels/RODNAE Productions
Ilustrasi Digital Nomad di Canggu 

TRIBUN BALI.COM - Perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) digital nomad ke Indonesia menunjukkan peningkatan yang positif.

Berdasarkan data Imigrasi, jumlah wisatawan yang menggunakan visa kunjungan dengan tujuan sosial budaya ke Indonesia pada periode Januari – Agustus 2022 mencapai 3.017 wisatawan.

Tiga besar penyumbang wisman berasal dari tiga negara diantaranya Russia, Amerika Serikat, dan Inggris.

“Menurut kajian Kemenparekraf, Canggu, Bali merupakan wilayah dengan jumlah digital nomad terbesar di Bali, dan saat ini sudah terjadi penyebaran hingga ke Jimbaran dan Uluwatu,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya, Selasa (13/9/2022).

Ilustrasi Digital Nomad di Canggu
Ilustrasi Digital Nomad di Canggu (Pexels/RODNAE Productions)

Adapun tiga besar pasar digital nomad ke Bali adalah Russia, Inggris, dan Jerman serta negara-negara pecahan Uni Soviet/Commonwealth of Independent States (CIS) seperti Ukraina, Kazakstan, dan Uzbekhistan.

“Saat ini, wisatawan digital nomad dapat masuk ke Indonesia menggunakan visa dengan tujuan sosial budaya (B211) yang eligible untuk seluruh negara,” tambahnya.

Visa ini berlaku selama 60 hari/2 bulan (biaya Rp1,5 juta) dan dapat diperpanjang hingga total maksimal 180 hari/6 bulan (biaya Rp6 juta).

Menparekraf Sandiaga berpesan agar informasi positif ini dapat disebarluaskan, guna mendongkrak peningkatan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan target pasar digital nomad.

“Presiden mengajak kita semua untuk mengubah pola pikir kita agar kita bukan hanya mengatur dan mengontrol, tapi harus melayani agar kunjungan wisatawan semakin tinggi, yang berkualitas, yang memiliki potensi untuk berinvestasi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja dan juga membawa teknologi terkini dalam bentuk teknologi transfer,” kata Menparekraf Sandiaga.

Saya juga ditugasi oleh Presiden untuk jemput bola ke beberapa lokasi seperti Singapura, Malaysia, dan Eropa dalam beberapa bulan kedepan untuk menemui calon-calon para digital nomad yang akan melakukan kunjungan wisatawan baik melalui B12 (Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan) atau melalui jenis second home visa untuk lebih jangka panjang.

“Ini akan kita fasilitasi dan harapannya nanti akan ada transformasi dari ekonomi kita, semakin terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Dari data Lalu Lintas Jalur Udara (LLJU) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, untuk periode Januari-Agustus 2022 tercatat 1.860.842 penumpang datang maupun pergi di terminal internasional.

Adapun WNA dengan jumlah kedatangan tertinggi di Pulau Bali adalah WNA Australia dengan tercatat 277.034 orang, WNA India dengan tercatat 71.613 orang, dan WNA Britannia Raya dengan 62.070 orang.

Saat ini Bandara Interasional I Gusti Ngurah Rai – Bali melayani 22 Rute Penerbangan Internasional ke 13 Negara, dengan dilayani 24 Maskapai.(*)

Baca juga: Usulan Visa Digital Nomad Bagi Wisman Masuk Tahap Akhir Pembahasan

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved