Berita Badung

Seorang Pria Pegawai DKP Kota Denpasar Nekat Akhiri Hidup

Seorang pira yang merupakan salah satu pegawai DKP Kota Denpasar nekat mengakhiri hidup di kedimannya pada Sabtu, 17 September 2022.

net
ilustrasi - Seorang Pria Pegawai DKP Kota Denpasar Nekat Akhiri Hidup 

TEIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Seorang Pria Pegawai DKP Kota Denpasar Nekat Akhiri Hidup.

Seorang pira yang merupakan salah satu pegawai DKP Kota Denpasar nekat mengakhiri hidup di kedimannya pada Sabtu, 17 September 2022.

Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 11.00 WITA di Desa Sibang Gede, Badung, dimana pria bernama I Wayan Sardiasa (53) nekat menusuk dirinya sendiri dengan sebuah pisau di bagian lehernya.

Menurut keterangan resmi dari Humas Polres Badung yang diterima Tribun-Bali.com, awalnya saksi bernama I Nyoman Marsi sekitar pukul 08.00 WITA sudah merasa curiga karena korban tidak terlihat berangkat bekerja.

Selain itu, pintu kamar korban pun masih dalam keadaan tertutup.

Karena merasa curiga Nyoman Marsi pun membuka pintu dapur dan menemukan korban sudah dalam keadan meninggal dunia dan bersimbah darah.

Ia pun menghubungi istri korban yakni I Wayan Ratmini (50) yang sedang bekerja untuk segera pulang.

Sementara menunggu, Nyoman Marsi pun dengan sigap menghubungi Kelian Dinas Bajar Pekandelan dan Perbekel Desa Sibanggede.

Sekitar pukul 20.00 WITA istri korban pun pulang, dan menuju dapur rumahnya.

Baca juga: Kudela Sesali Gol Bunuh Diri Persija Kontra Persikabo, Catatan Terburuk di Pekan Awal Liga 1

Namun betapa terkejutnya ia di dalam dapur suaminya tersebut sudah dalam posisi terlentang dengan kaki kiri menekuk dan dari leher mengeluarkan darah.

I Wayan Sardiasa (53) nekat menusuk dirinya sendiri dengan sebuah pisau ke bagian lehernya pada Sabtu, 17 September 2022 di Desa Sibanggede, Badung.
I Wayan Sardiasa (53) nekat menusuk dirinya sendiri dengan sebuah pisau ke bagian lehernya pada Sabtu, 17 September 2022 di Desa Sibanggede, Badung. (Isitmewa)

Dikatakan pula dalam keterang resmi kepolisian, bahwa disamping korban terdapat sebuah pisau jenis mutik.

Wayan Ratmini  pun mengku bahwa sebelum kejadian pada pukul 11.00 WITA , ia sempat diberitahukan oleh suaminya bahwa anak mereka mengirim SMS kalau dirinya belum membayar uang sekolah.

Kini jenazah korban pun sudah dibawa ke RS. Mangusada Kapal Badung dengan menggunakan Ambulance dari PMI Badung.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved