Berita Klungkung

1055 Pelaku UMKM di Klungkung Diusulkan Terima BLT, Pelaku UMKM: Harus Adil dan Merata

Sebanyak 1055 pelaku UMKM di Klungkung diusulkan untuk menerima BLT (bantuan langsung tunai) dari daerah.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Pelaku UMKM pembuatan minyak goreng di Klungkung. Rencananya 1055 pelaku UMKM di Klungkung rencananya akan terima BLT dari kompensasi kenaikan BBM. 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Sebanyak 1055 pelaku UMKM di Klungkung diusulkan untuk menerima BLT (bantuan langsung tunai) dari daerah.

Beberapa pelaku UMKM pun berharap, bantuan yang merupakan kompensasi dari kenaikan harga BBM ini dapat diterima merata.

Seperti yang diungkapkan seorang pelaku UMKM di Klungkung, I Putu Yudhawan. Ia meminta pendataan calon penerima BLT ini harus benar-benar adil. Sehingga bantuan ini dapat dirasakan merata oleh para pelaku UMKM.

Pelaku UMKM pembuatan minyak goreng di Klungkung. Rencananya 1055 pelaku UMKM di Klungkung rencananya akan terima BLT dari kompensasi kenaikan BBM.
Pelaku UMKM pembuatan minyak goreng di Klungkung. Rencananya 1055 pelaku UMKM di Klungkung rencananya akan terima BLT dari kompensasi kenaikan BBM. (istimewa)

"Jangan hanya orang-orang itu saja yang dapat. Salurkan BLT ini ke para pelaku UMKM yang tidak dapat BLT saat pendemi Covid-19 lalu," ujar Yudhawan.

Pria yang kesehariannya berusaha di bidang kuliner ini mengatakan, masih banyak pelaku UMKM di Klungkung yang belum pernah menerima bantuan sama sekali dari pemerintah.

"Banyak temen-temen yang belum tersentuh bantuan. Mereka survive dari pandemi, sampai dengan harga bbm naik seperti saat ini. Mereka ini lah yang harus dapat bantuan, jangn orang-orang itu saja. Biar tidak ada kecemburuan juga dari temen-temen yang tidak pernah tersentuh bantuan," harapnya.

Hal serupa diungkapkan Made Widyasara (30), pelaku UMKM asal Klungkung juga berharap BLT dapat disalurkan secara adil dan merata. Terutama para usaha kecil dan mikro, yang sangat rentan gulung tikar dengan kenaikan harga BBM ini.

"Kalau dapat biar semua dapat lah ( BLT). Agar tidak ada kecemburuan. Karena kalau BBM naik, semua pelaku UMKM juga sulit. Apalahi usaha kecil dan mikro, modal kecil, rentan gulung tikar kalau semua harga naik," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa menjelaskan, ada sebanyak 1055 pelaku usaha yang didata untuk mendapatkan bantuan BLT dari Pemkab sebagai kompensasi dari kenaikan BBM. Ia pun mengatakan, jumlah ini merupakan pelaku UMKM di luar penerima BLT pada saat pandemi Covid-19 lalu.

"Tentu tidak boleh ada penerima bantuan ganda," ungkap Ardiasa, Minggu (18/9/2022).

Ardiasa pun belum dapat memastikan kapan bantuan tersebut akan disalurkan ke para pelaku UMKM. Pihaknya mengaku masih menunggu petunjuk teknis dari penyaluran bantuan tersebut.

Jumlah BLT yang diterima nantinya sama seperti yang diterima nelayan ataupun sopir angkutan umum, yakni Rp150 ribu yang diterima selama 3 bulan.

"Nominal yang diterima sama seperti BLT untuk nelayan atau para sopir angkutan umum. Harapan kami para pelaku UMKM ini dapat manfaarkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk usaha atau antisipasi inflasi," ungkap Ardiasa. (mit)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved