Berita Badung

PHR Badung Meningkat 48,25 Persen, Bapenda Sebut Murni Karna Kegiatan G20

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pesedahan Agung setempat mencatat terjadi peningkatan hingga 48,25 persen pada triwulan III 2022.

TB/Istimewa
Kepala Bapenda dan Pesedahan Agung, I Made Sutama 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Belum sampai hari puncak, perhelatan G20 yang diselenggarakan di Kabupaten Badung disebut-sebut sangat mendongkrak pendapatan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di Gumi Keris.

Bahkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pesedahan Agung setempat mencatat terjadi peningkatan hingga 48,25 persen pada triwulan III 2022.

Pajak yang mengalami peningkatan ada tiga yakni pajak hotel, restoran dan juga tempat hiburan. Dari ketiga pajak tersebut, dipastikan peningkatan 48,25 persen.

Kepala Bapenda dan Pesedahan Agung, I Made Sutama
Kepala Bapenda dan Pesedahan Agung, I Made Sutama (TB/Istimewa)

Kepala Bapenda dan Pesedahan Agung, I Made Sutama mengakui adanya lonjakan pendapatan PHR tersebut.

Dirinya mengaku, lonjakan pendapatan didorong oleh perhelatan internasional yakni G20 yang digelar di Nusa Dua, Bali.

"Kegiatan G20 memberikan kontribusi terhadap PHR kita (Badung –red). Karena hampir semua rangkaian kegiatan dipusatkan di Badung, otomatis pendapatan PHR turut terangkat," ungkapnya

Sutama mengakui, sesuai data, realisasi pajak hotel pada triwulan III mencapai Rp 491.822.538.865. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 52,36 persen atau sebanyak Rp 257.527.442.692 jika dibandingkan dengan triwulan II, yakni mencapai Rp 234.295.096.173.

Sedangkan, pendapatan pajak restoran pada triwulan III mencapai Rp 155.871.967.063 naik 35,48 persen atau sebesar Rp 55.309.899.109 dibandingkan triwulan II yang mencapai Rp 100.562.067.954.

Peningkatan pendapatan juga tercermin dari realisasi pajak hiburan sebesar 46,61 persen atau Rp 10.121.266.146 dengan realisasi di triwulan III Rp 21.712.661.997 dibandingkan triwulan II yang mencapai Rp 11.591.395.851.

"Jadi ketiga sektor pajak itu yakni hotel, restoren dan tempat hiburan terdapat peningkatan pendapatan 48,25 persen. Pendapatan ini belum termasuk dari reklame, BPHTB, PBB dan lainnya " katanya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya pun optimis bisa mencapai target yang ditetapkan yakni diangka Rp 800 miliar di APBD perubahan. Pasalnya realisasi target sangat ditentukan kondisi riil di lapangan, meski dilihat dari kedatangan wisatawan yang terus menggeliat.

"Semakin pulihnya sektor pariwisata, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, baik asing maupun domestik, berpengaruh besar terhadap pendapatan pajak daerah," katanya seraya menyebutkan penerimaan pajak tertinggi masih didominasi dari PHR.

Sutama berharap, dengan dibukanya sejumlah rute penerbangan, dan banyaknya kegiatan bertaraf nasional atau internasional yang digelar di Badung, realisasi pendapatan di Gumi Keris dipastikan bisa meningkat.

"Kami sangat berharap agar kondisinya bisa seperti sediakala, meski membutuhkan waktu panjang. Namun untuk pendapatan kita tetap optimis bertahap mengalami peningkatan," imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved