Berita Denpasar

Inflasi di Denpasar Capai 6,4 Persen, Pemkot Anggarkan Dana Rp 5,3 Miliar

Inflasi di Denpasar, Pemkot Denpasar menganggarkan Rp 5,3 miliar, subsidi harga kebutuhan pokok di pasar tradisional

Tribun Bali/Putu Supartika
Ilustrasi pedagang di Pasar - Inflasi di Kota Denpasar Capai 6,4 Persen, Pemkot Anggarkan Dana Rp 5,3 Miliar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Inflasi di Kota Denpasar kini mencapai 6,4 persen.

Untuk mengatasi atau menekan laju inflasi tersebut, Denpasar'>Pemkot  Denpasar menganggarkan Rp 5,3 miliar.

Jumlah ini digunakan untuk memberikan subsidi harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, anggaran untuk subsidi tersebut yaitu Rp 2,3 miliar dari pemeritah kota dan dari Sewaka Jaya Mart sekitar Rp 3 miliar.

Selain itu, di desa juga ada anggaran untuk menekan inflasi Rp 2,2 miliar yang bersumber dari dana desa.

Baca juga: Angka Inflasi di Bali Masuk 10 Tertinggi Se-Indonesia, Pemprov Adakan Operasi Pasar

“Subsidi ini dilakukan, mengingat operasi pasar sebelumnya ada ketimpangan dengan pedagang pasar. Pedagang merasa dirugikan, karena dagangannya tidak laku, akibat adanya operasi pasar yang menjual produk lebih murah,” kata Jaya Negara, Kamis 22 September 2022.

Jaya Negara mengatakan, dengan adanya subsidi ini, masyarakat bisa membeli lebih murah dan pedagang tetap untung.

“Misalnya bawang merah Rp 25.000 kita subsidi Rp 2.000,” katanya.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang di pasar juga bekerjasama dengan Sewaka Jaya Mart.

“Kita tugaskan Sewaka Jaya Mart ini mampu berkoordinasi. Kami juga melakukan kerjasama dengan Tabanan, Bangli dan Buleleng,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved