Berita Badung

Belum Setahun, Pajak Reklame di Badung Lampaui Target Bapenda Optimis APBD Badung Capai Target

Belum Setahun, Pajak Reklame di Badung Lampaui Target Bapenda Optimis APBD Badung Capai Target

TB/Istimewa
Kepala Bapenda dan Pesedahan Agung, I Made Sutama 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Perolehan Pajak reklame di Kabupaten Badung menunjukkan peningkatan dari target yang ditetapkan.

Bahkan, belum tutup tahun 2022, pajak reklame diperoleh Badung Rp 1.779.719.705 atau melampaui dari target sebesar Rp 1.749.500.000.

Kendati baru dilihat dari pajak reklame, namun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pesedahan Agung setempat optimisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa terealisasi tahun ini.

Pasalnya pada tahun ini banyak juga kegiatan nasional yang dilaksanakan di Badung, yang tentu berpengaruh pada tingkat hunian hotel.

Kepala Bapenda dan Pesedahan Agung, I Made Sutama pun mengaku optimis dengan capaian pendapatan Badung di 2022. Bahkan, raihan target dari sektor pajak reklame telah melebihi target dari yang telah ditetapkan.

"Tidak hanya pajak daerah, namun dari pengamatan kami semua sektor pendapatan tumbuh positif, seiring pulihnya sektor pariwisata," ungkapnya saat dikonfirmasi Minggu 25 September 2022.

Kepala Bapenda dan Pesedahan Agung, I Made Sutama
Kepala Bapenda dan Pesedahan Agung, I Made Sutama (TB/Istimewa)

Menurutnya, pertumbuhan pendapatan di 2022 juga terjadi pada sektor Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dari catatan Bapenda, capaian BPHTB hingga triwulan III telah mencapai Rp 349.424.501.656 dari target 500.000.000.000.

"Kami optimis target yang ditetapkan Rp 800 miliar di APBD perubahan bisa tercapai, astungkara bisa melampaui dari target," tegasnya.

Birokrat asal Pecatu Kuta Utara ini tak menampik perhelatan G20 yang diselenggarakan di Kabupaten Badung turut mendongkrak pendapatan di Gumi Keris, khususnya Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Pihaknya, mencatat terjadi peningkatan hingga 48,25 persen pada triwulan III 2022.

"Ada lonjakan pendapatan PHR. Lonjakan pendapatan didorong oleh perhelatan internasional, yakni G20 memberikan kontribusi terhadap PHR kita (Badung –red). Karena hampir semua rangkaian kegiatan dipusatkan di Badung, otomatis pendapatan PHR turut terangkat," ungkapnya.

Dijelaskan, realisasi pajak hotel pada triwulan III mencapai Rp 491.822.538.865.

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 52,36 persen atau sebanyak Rp 257.527.442.692 jika dibandingkan dengan triwulan II, yakni mencapai Rp 234.295.096.173. Sedangkan, pendapatan pajak restoran pada triwulan III mencapai Rp 155.871.967.063 naik 35,48 persen atau sebesar Rp 55.309.899.109 dibandingkan triwulan II yang mencapai Rp 100.562.067.954.

Peningkatan pendapatan juga tercermin dari realisasi pajak hiburan sebesar 46,61 persen atau Rp 10.121.266.146 dengan realisasi di triwulan III Rp 21.712.661.997 dibandingkan triwulan II yang mencapai Rp 11.591.395.851.

"Dari ketiga sektor itu terdapat peningkatan pendapatan 48,25 persen. Pendapatan ini belum termasuk dari reklame, BPHTB, PBB dan lainnya," katanya.

Selain itu untuk pajak parkir sampai saat ini baru mencapai Rp 13.400.292.540 dari yang ditetapkan sebesar Rp 15.246.513.472. Sedangkan untuk Pajak Bumi Bangunan sampai saat ini baru mencapai Rp 110.535.271.456 dari target yang dibebankan atau ditepkan sebesar Rp 445.313.012.419.

"Meski ada beberapa realisasi pajak jauh dari target, tapi kami tetap optimis untuk mencapai target yang ditetapkan," imbuhnya. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved