Berita Badung

Resmi, Pasar Hewan Beringkit Akan di Buka 8 Oktober 2022 Mendatang

Satgas PMK Kabupaten Badung saat melaksanakn rapat koordinasi terkait pembukaan Pasar Hewan Beringkit pada Selasa 27 September 2022

TB/Istimewa
Satgas PMK Kabupaten Badung saat melaksanakn rapat koordinasi terkait pembukaan Pasar Hewan Beringkit pada Selasa 27 September 2022 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Transaksi pasar hewan Beringkit resmi di buka pada Sabtu 8 Oktober 2022 mendatang.

Keputusan pembukaan pasar itu setelah Satuan Tugas (Satgas) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kabupaten Badung melaksanakan rapat yang di pimpin Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa pada Selasa 27 September 2022.

Pembukaan pasar hewan terbesar di Bali itu pun juga seiring keluarnya keputusan Satgas PMK Provinsi Bali yang memberikan kewenangan kepada Ketua Satgas PMK masing-masing Kabupaten/Kota untuk mengambil sikap tindaklanjut terhadap Surat Nomor 105/SatgasPMK/IX/2022 tentang Pembukaan Kembali Pasar Hewan.

Satgas PMK Kabupaten Badung saat melaksanakn rapat koordinasi terkait pembukaan Pasar Hewan Beringkit pada Selasa 27 September 2022
Satgas PMK Kabupaten Badung saat melaksanakn rapat koordinasi terkait pembukaan Pasar Hewan Beringkit pada Selasa 27 September 2022 (TB/Istimewa)

Pada rapat yang dilaksanakan di ruang Kriya Gosana, Puspem Badung itu Suiasa menyampaikan bahwa Badung sangat mengapresiasi atas kewenangan yang telah diberikan Satgas PMK Provinsi Bali kepada Kabupaten/Kota untuk membuka kembali pasar hewan dan lalu lintas hewan. Diakui kembalinya pasar hewan ini akan berdampak luas pada ekonomi masyarakat.

"Selain ekonomi masyarakat yang berputar, dari segi dinamika potensi pasar hewan yang sempat hilang akan lagi menggeliat," ucap Suiasa.

Dijelaskan, dari rapat Satgas PMK Badung yang dihadiri unsur TNI/Polri, Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, OPD terkait termasuk dari Asosiasi Hewan Ternak Bali, telah diputuskan bahwa Pasar Hewan Beringkit akan dibuka pada tanggal 8 Oktober 2022 mendatang. Diakui dipilihnya tanggal 8 Oktober 2022, karena harus menjamin terjadinya kekebalan dari komunitas hewan minimal 80 persen.

"Dari hitungan kita di Badung pada akhir September ini vaksinasi pertama pada ternak sapi sudah mencapai 80 persen. Juga dengan pertimbangan setelah hewan divaksin akan terbentuk kekebalan tubuh dalam rentang waktu 1 minggu," tegasnya.

Disinggung mengenai antisipasi yang lain, pihaknya akan melakukan pengawasan hewan yang akan masuk ke pasar hewan beringkit. Bahkan akan dilakukan langkah-langkah dengan tetap berkoordinasi dan sinergi dengan pihak keamanan.

"Sebelum dibuka, pasar hewan wajib disemprot disinfektan dan setelah pasar tutup juga disemprot, dengan menerapkan bio scurity. Jadi hewan dan kendaraan yang masuk pasar wajib disemprot disinfektan," bebernya.

Selanjutnya, hewan yang keluar dan masuk pasar adalah hewan yang sudah mendapatkan vaksinasi pertama. Selain itu harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas terkait di kabupaten masing-masing di wilayah Bali. Namun untuk sapi yang dikirim ke luar Bali nanti surat SKKH dikeluarkan dari Provinsi

"Untuk lalu lintas hewan ke luar daerah Bali atau antar pulau, wajib pula melengkapi surat keterangan asal hewan. Di pasar hewan sendiri harus membuka posko untuk melakukan kegiatan testing dan pengawasan," tegasnya.

Untuk diketahui hitungan hari pasar hewan Beringkit akan segera dibuka kembali lantaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bali sudah terkendali. Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) pun tidak begitu melakukan persiapan untuk membuka pasar hewan terbesar di Bali tersebut.

Dari pantauan dilokasi pasar hewan Beringkit masih terlihat sepi. Hanya terdapat kandang-kandang sapi dan timbangan elektrik yang berada di pasar tersebut.

Namun untuk pasar Umum Beringkit masih terlihat aktivitas, mengingat transaksi diluar hewan sapi masih tetap berjalan seperti biasa. Termasuk juga kini terdapat pasar sengol yang dibuka di halaman pasar.

Direktur Utama Perumda Pasar MGS I Made Sukantra mengatakan persiapan pembukaan pasar beringkit tidak begitu dilakukan. Mengingat hanya menunggu waktu untuk pembukaan pasar hewan dengan transaksi sapi tersebut.

Kendati demikan pihaknya berharap, pasar hewan beringkit menjadi satu-satunya pasar yang menjadi pintu keluar masuknya sapi Bali. Hal iti dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan yang dilakukan.

"Setelah di buka, kita harap pasar Beringkitlah yang menjadi pintu keluar masuknya sapi di Bali. Sehingga dinas terkait juga bisa melakukan pengecekan kesehatan," jelasnya (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved