Berita Jembrana

Babi Mulai Dikirim ke Luar Bali, Sudah Ada 6 Rit dengan Isian 70 Ekor

Sejumlah peternak babi di Bali sudah mulai melakukan pengiriman ternaknya ke luar Bali mulai Senin 26 September 2022 lalu.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Petugas saat melakukan desinfeksi terhadap kendaraan bermuatan ternak babi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana belum lama ini. 

 


TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sejumlah peternak babi di Bali sudah mulai melakukan pengiriman ternaknya ke luar Bali mulai Senin 26 September 2022 lalu.

Ini merupakan dampak positif dari kelonggaran kebijakan terkait penyakit mulut dan kuku (PMK) yang memberikan babi dan sapi siap potong dengan syarat dalam keadaan sehat. Total sudah ada 6 kendaraan pengangkut ternak babi yang dikirim ke luar.


Penanggungjawab Karantina Pertanian Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk, I Nyoman Ludra menjelaskan, sesuai dengan surat bernomor 104/SatgasPMK/IX/2022 tentang lalulintas hewan ternak keluar Bali, hanya babi dan sapi siap potong yang diizinkan dikirim.

Baca juga: Jembrana Akan Beri BLT untuk Pedagang Keliling, Per Pedagang Diusulkan Dapat Rp600 Ribu

Itupun dengan syarat yang ketat.


Sejak kebijakan tersebut berlaku, para peternak babi pun berjibaku untuk memenuhi seluruh syaratnya.

Seperti biosecurity yang menjadi hal wajib. Kemudian ada surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal, serta izin angkut.

Seluruh persyaratan itu nantinya untuk memperoleh dokumen atau sertifikat kesehatan dari karantina.


"Untuk babi sudah ada 6 rit hingga saat ini. Rata-rata 1 truk berisi sekitar 70 ekor," kata Nyoman Ludra saat dikonfirmasi, Jumat 30 September 2022.

Baca juga: Cuaca Bali Hari Ini Senin 26 September 2022, Jembrana Berpotensi Diguyur Hujan


Dia melanjutkan, untuk babi memang harus menyertakan surat keterangan bebas ASF.

Artinya, peternak harus melakukan uji ASF di Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) berlokasi di Jakarta dengan hasil negatif.

Kemudian nantinya pihak karantina juga akan menerbitkan surat keterangan atau pernyataan bahwa babi tersebut sudah dikarantina di kandangnya selama 14 hari atau lebih.


"Secara umum peternak sudah lengkap dengan semua dokumen yang menjadi persyaratan itu. Kita di sini hanya verifikasi bahwa peternak yang mengirim ke luar Bali telah mengantongi semua dokumen serta sertifikat kesehatan dari karantina," tegasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Jembrana

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved