Liga 1 Indonesia

TRAGEDI MAUT Kanjuruhan, Ini Penyebab Banyaknya Supporter Meninggal Dunia 

Menurut dia, penyebab kematian korban rata-rata adanya trauma di bagian kepala dan dada karena benturan yang disebabkan setelah terinjak, terjatuh.

Tribun Bali/Prima
Plt Direktur RSSA Malang Kohar, seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (2/10/2022). Menurut dia, penyebab kematian korban rata-rata adanya trauma di bagian kepala dan dada karena benturan yang disebabkan setelah terinjak, terjatuh, atau berdesakan. 

TRIBUN-BALI.COM - Duka akibat tragedi maut, yang menimpa dunia sepak bola Tanah Air, benar-benar menyayat hati. 

Bagaimana tidak, ratusan nyawa melayang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya

Dalam laga Liga 1 Indonesia 2022-2023, di Stadion Kanjuruhan Malang. 

Stadion yang harusnya menjadi tempat suka cita, malah jadi kuburan bagi supporter

Ini pun menjadi kabar buruk, setelah sebelumnya dua bobotoh meninggal dunia di GBLA pada ajang Liga 1 Indonesia 2022-2023. 

Baca juga: TRAGEDI MAUT Sepak Bola di Malang, Presiden Joko Widodo Minta Liga 1 Indonesia Dihentikan

Baca juga: FIFA Potensi Berikan Hukuman Ini, Pada Tragedi Maut Kanjuruhan Arema FC vs Persebaya Surabaya

Duka akibat tragedi maut, yang menimpa dunia sepak bola Tanah Air, benar-benar menyayat hati. 

Bagaimana tidak, ratusan nyawa melayang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. 

Dalam laga Liga 1 Indonesia 2022-2023, di Stadion Kanjuruhan Malang. 

Stadion yang harusnya menjadi tempat suka cita, malah jadi kuburan bagi supporter. 

Ini pun menjadi kabar buruk, setelah sebelumnya dua bobotoh meninggal dunia di GBLA pada ajang Liga 1 Indonesia 2022-2023. 
Duka akibat tragedi maut, yang menimpa dunia sepak bola Tanah Air, benar-benar menyayat hati.  Bagaimana tidak, ratusan nyawa melayang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.  Dalam laga Liga 1 Indonesia 2022-2023, di Stadion Kanjuruhan Malang.  Stadion yang harusnya menjadi tempat suka cita, malah jadi kuburan bagi supporter.  Ini pun menjadi kabar buruk, setelah sebelumnya dua bobotoh meninggal dunia di GBLA pada ajang Liga 1 Indonesia 2022-2023.  (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Dari TRIBUNNEWS, ada 17 jenazah korban meninggal dunia, akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang belum teridentifikasi.

Tujuh belas jenazah tersebut, berada di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur.

Demikian disampaikan Plt Direktur RSSA Malang Kohar, seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (2/10/2022).

Menurut dia, penyebab kematian korban rata-rata adanya trauma di bagian kepala dan dada karena benturan yang disebabkan setelah terinjak, terjatuh, atau berdesakan.

"Insya Allah nanti ketemu dengan keluarga, dan diidentifikasi dengan sesuai agamanya, disholatkan, dimandikan (bagi muslim), dikafani baru disholati," kata Kohar saat diwawancarai pada Minggu (2/10/2022).

Dia juga mengimbau kepada masyarakat, yang merasa hilang anggota keluarganya karena setelah melihat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya kemarin (1/10/2022) bisa melapor atau mendatangi RSSA.

da 17 jenazah korban meninggal dunia, akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang belum teridentifikasi.

Tujuh belas jenazah tersebut, berada di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur.

Demikian disampaikan Plt Direktur RSSA Malang Kohar, seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (2/10/2022).

Menurut dia, penyebab kematian korban rata-rata adanya trauma di bagian kepala dan dada karena benturan yang disebabkan setelah terinjak, terjatuh, atau berdesakan.
da 17 jenazah korban meninggal dunia, akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang belum teridentifikasi. Tujuh belas jenazah tersebut, berada di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur. Demikian disampaikan Plt Direktur RSSA Malang Kohar, seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (2/10/2022). Menurut dia, penyebab kematian korban rata-rata adanya trauma di bagian kepala dan dada karena benturan yang disebabkan setelah terinjak, terjatuh, atau berdesakan. (twitter @baliutd)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berharap untuk penanganan korban dapat dimaksimalkan oleh petugas medis di masing-masing rumah sakit.

Pihaknya juga saling melakukan koordinasi, di tingkat Forkopimda Provinsi Jawa Timur bersama Bupati Malang dan Wali Kota Malang.

Kerjasama antar rumah sakit juga dilakukan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved