Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Pemkab Bangli Mulai Laksanakan Pasar Murah, Dilaksanakan 30 Kali Selama 3 Bulan

Kegiatan pasar murah di Bangli mulai dilaksanakan, Senin 3 Oktober 2022. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya menekan inflasi terhadap kenaikan harga

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Bupati Bangli saat meninjau kegiatan pasar murah, Senin 3 Oktober 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kegiatan pasar murah di Bangli mulai dilaksanakan, Senin 3 Oktober 2022.

Kegiatan ini sebagai salah satu upaya menekan inflasi terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sesuai instruksi dalam PMK Nomor 134/PMK.07/2022 tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi tahun 2022.


Hal tersebut diungkapkan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, saat meninjau kegiatan pasar murah yang berlokasi di Lapangan Kayubihi, Desa Kayubihi, Bangli.

Baca juga: PDAM Bangli Lakukan Penjajakan Kerjasama Dengan Investor Asal Korea

Kata dia, pasar murah ini berlangsung di empat kecamatan, dengan total 30 kegiatan.

"Pelaksanaannya langsung menyasar di banjar-banjar," ucapnya.


Anggaran pelaksanaan pasar murah ini dialokasikan dari sisa Dana Transfer Umum (DTU) sebesar dua persen. Yang mana dari total anggaran itu dibagi untuk sejumlah kegiatan, salah satunya pasar murah.

Sedana Arta menambahkan, dari anggaran itu pula para pedagang juga diberi ongkos transport menuju lokasi pasar murah. 

Baca juga: Mantan Bhabinkamtibmas Kubu Bangli Kecelakaan, Sudiarta Meninggal Setelah Sempat Dirawat di RS


"Dengan mulai turunnya harga sembako atau kebutuhan pokok di Bangli, sehingga daya beli masyarakat pulih kembali. Tentu harapan kami tingkat inflasi di Bali secara umum bisa ditekan," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Disperindag Bangli I Wayan Gunawan mengatakan, 30 kali pelaksanaan pasar murah dijadwalkan selama tiga bulan.

Yakni mulai dari bulan Oktober hingga Desember.

"Dari jumlah 30 kali pelaksanaannya, 10 kali tersebar di tiga kecamatan, yakni Bangli, Tembuku dan Susut. Sedangkan khusus di Kecamatan Kintamani, pelaksanaannya tiga Minggu sekali. Ini karena wilayah Kintamani yang lebih luas dibandingkan kecamatan lain," jelasnya.

Baca juga: Kedelai Naik, Pemilik Usaha Susu Kedelai di Bangli Tak Berani Naikkan Harga, Omzet Turun 50 Persen


Gunawan mengatakan, dalam pelaksanaannya pihak dinas berkoordinasi dengan perbekel desa setempat. Tujuannya untuk menentukan lokasi yang potensial untuk pelaksanaan pasar murah. 


Sementara mengenai produk yang dijual dalam pasar murah, kadis asal Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku ini mengatakan terdiri dari kebutuhan pokok.

Di antaranya beras, telur, minyak goreng, bumbu dapur dan sebagainya. Pun demikian produk yang dijual juga lebih mudah ketimbang harga pasar. 


"Para pedagang yang jualan di pasar murah ini mendapat biaya transportasi sekitar 20 liter BBM, yang kalau diuangkan sekitar Rp 300 ribu. Untuk pemberian biaya transportasi, pedagang wajib menyetorkan struk dari SPBU," tandasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved