Kuliner Bali
Kuliner Bali, Lawar Plek Khas Ketewel Gianyar di Warung Pan Dodol
Kuliner Bali, Lawar Plek Khas Ketewel Gianyar di Warung Pan Dodol Jalan Kwanji Gg. Walet No.4, Ketewel,
TRIBUN-BALI.COM – kuliner Bali terkenal dengan olahan lauk yang biasa disebut lawar.
Lawar merupakan makanan khas Bali berupa campuran sayur-sayuran dan daging cincang yang dibumbui secara merata.
Salah satu tempat makan yang menyajikan lawar menggunakan olahan daging ayam yakni, Warung Pan Dodol.
Warung Pan Dodol berlokasi di Jalan Kwanji Gg. Walet No.4, Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, warung ini menyajikan lawar plek khas Ketewel Gianyar.
Nah, bagi tribunners yang gemar berburu kuliner di Bali, cobalah untuk berkunjung ke Warung Pan Dodol.
Warung Pan Dodol ini juga terbilang sebagai salah satu kuliner hidden gems di Bali.
Tempatnya cukup tersembunyi di dalam gang dan menjadi satu dengan rumah sang pemilik.
Warung Pan Dodol akan terlihat dengan jelas ketika sudah memasuki gang, ditandai dengan papan tulisan berwarna putih.
Selain nama warung, papan tersebut juga bertuliskan 'bisa basang seduk' yang berarti 'khusus mengobati yang lapar'.
Pemilik mengatakan bahwa nama Pan Dodol diambil dari panggilanya masa kecilnya.
"Dodol itu panggilan saya sejak kecil.
Kalau Pan itu sebutan saja," kata pemilik dalam video yang diunggah oleh akun Youtube Nex Carlos.
Menurut penuturan pemilik, Warung Pan Dodol belum lama beroperasi.
Bahkan, warung tersebut baru buka saat pandemi Covid-19 sudah melanda Indonesia.
Ia memutuskan untuk memulai usaha kuliner setelah berhenti bekerja di sebuah vila.
"Ini baru buka pas corona. Tadinya kerja di vila.
Karena vila sepi akhirnya buka tempat makan," ungkap pemilik.
Ada menu nasi campur lezat yang patut dicoba selagi bersantap di Warung Pan Dodol.
Isiannya, mulai dari lawar ayam, rames kambing, serepah ayam panggang (ayam suwir), sate, ayam goreng, hingga soto.
Berbeda dengan yang lainnya, lawar yang disajikan di Warung Pan Dodol ialah lawar plek, yang merupakan ciri khas daerah Ketewel.
Selain itu, warung ini juga menyediakan merica mentah sebagai penyedap makanan.
Pemilik menegaskan bahwa ia sama sekali tidak menggunakan daging babi.
Melainkan hanya menggunakan daging ayam dan kambing saja.
"Nggak ada babi, cuma ayam sama kambing aja. Jadi dipastikan halal," ujar pemilik.
"Sajian lawarnya juga tidak memakai campuran darah," ucapnya.
Soal rasa tak perlu diragukan lagi, tentunya sangat nikmat.
Harga di Warung Pan Dodol
Bagi traveler yang belum pernah mencicipi sajian tersebut, mungkin terasa sedikit unik.
Namun setelah disantap beberap kali, barulah cita rasa lezatnya akan timbul.
Seporsi nasi campur di Warung Pan Dodol dibanderol dengan harga Rp20.000 saja. Cukup terjangkau bukan?
Jika tertarik untuk mencobanya, kamu bisa datang langsung ke Warung Pan Dodol.
Warung Pan Dodol mulai buka pukul 17.00 Wita sampai habis.
Bagi traveler yang ingin mencicipinya, sebaiknya datang lebih awal.
Sebab, terkadang Warung Pan Dodol sudah ludes terjual pada pukul 20.00 WIB.
Rute Menuju Warung Pan Dodol
Tribunners yang berangkat dari pusat Kota Denpasar Renon bisa melewati Jalan Hangtuah, kemudian belok ke kiri arah Jalan Bypass Ngurah Rai dan menuju arah Jalan Prof Ida Bagus Mantra.
Waktu tempuh nya kurang lebih 30 hingga 40 menit.
Bisa menggunakan sepeda motor maupun mobil, namun di sarankan menggunakan sepeda motor karena terbatasnya lahan parkir.(*)
(TribunTravel.com/Mym)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kuliner-hidden-gems-di-bali-warung-pan-dodol-sajikan-lawar-plek-khas-ketewel-gianyar.jpg)