Berita Denpasar
Antisipasi Bencana di Denpasar, Ini Persiapan yang Dilakukan BPBD Kota Denpasar
BPBD Kota Denpasar telah melakukan berbagai persiapan dan sarana prasarana pendukung untuk antisipasi bencana di Denpasar
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seiring dengan memasuki musim hujan, BPBD Kota Denpasar melakukan beberapa langkah antisipasi bencana.
Di mana, BPBD Kota Denpasar mengaku telah melakukan berbagai persiapan dan sarana prasarana pendukung untuk penanganan jika terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa mengatakan, ada beberapa bencana yang berpotensi terjadi di Kota Denpasar, Bali.
Bencana tersebut seperti banjir, cuaca ekstrim, gelombang pasang dan tanah longsor.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Badung Terjadi Banjir dan Tanah Longsor
Apalagi menurutnya, berdasarkan prakiraan hujan di bulan Oktober dari BMKG yang puncaknya di Desember tahun 2022.
“Kami di Denpasar sudah menyiapkan beberapa pos dan prasarana penanggulangan bencana ini meliputi Pusdalops, Damkar dan ambulance terdapat di empat pos,” kata Joni Ariwibawa.
Sementara untuk pos yang disiagakan yakni Pos Induk, Pos Juanda, Pos Cokro, Pos Mahendradata, Pos Sewaka Dharma, Pos PMI, serta Puskesmas.
Selain itu, ada juga 3 pos Balawista yakni Pos Matahari Terbit, Pos Segara Ayu, dan Pos Serangan.
Untuk prasarana penanggulangan bencana yang dimiliki yakni 10 unit mobil Damkar, 5 unit mobil ambulance, chainsaw 8 unit, stik ular 8 buah.
“Pompa air kami ada 8 unit, rubber boat 4 unit, sekoci 1 unit, tenda pengungsi 1 unit dan tenda keluarga 4 unit,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyebut di Kota Denpasar terdapat 21 titik genangan air.
Di mana dari 21 titik tersebut, ada tiga daerah cekungan yakni Bumi Ayu Sanur, Jalan Pura Demak, dan di Mekar Jaya Pemogan.
Untuk di kawasan Bumi Ayu Sanur pihaknya mengatakan sudah bisa diatasi dengan adanya pembangunan embung Sanur.
“Kemarin kami pantau ke sana, air hanya semata kaki, biasanya sampai sepinggang. Jadi embung Sanur itu sangat berdampak,” kata Arya Wibawa.
Sementara untuk di Pemogan, pihaknya sudah membuatkan sodetan atau saluran air sehingga bisa juga teratasi.
“Untuk yang di Pura Demak masih agak sulit kami atasi, apalagi adanya hujan lebat seperti Sabtu kemarin. Namun banjir itu juga karena bersamaan dengan pasang air laut, sehingga air terhambat mengalir, selokan juga terhambat oleh sampah dan lokasinya cekung,” katanya.(*).
Kumpulan Artikel Denpasar