Berita Denpasar
Spontan, Massa Berpakaian Adat Padati Polresta Denpasar Terkait Kasus Jalan Akasia
Spontan, Massa Berpakaian Adat Padati Polresta Denpasar Terkait Kasus Jalan Akasia
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Denpasar mendadak ramai oleh kedatangan massa yang mengenakan pakaian adat Bali pada Selasa 6 Januari 2025
Kehadiran warga tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan moral di tengah proses pemeriksaan kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Akasia, Denpasar Timur.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat kerumunan massa mengenakan kamen (kain sarung khas Bali) dan udeng (ikat kepala) memenuhi area trotoar hingga gerbang masuk Mapolresta Denpasar.
Sebagian massa tampak duduk dengan tertib di sepanjang tembok luar, sementara sebagian lainnya berdiri menunggu di depan pintu gerbang Polresta Denpasar sembari memantau jalannya proses hukum.
Baca juga: SELAMAT JALAN, Truk vs Motor Vixion di Denpasar, Pemuda 25 Tahun Tewas di TKP
Meskipun massa cukup banyak, suasana di Polresta Denpasar tetap terpantau aman dan terkendali.
Personel kepolisian berseragam lengkap tampak berjaga secara persuasif di depan gedung utama Polresta Denpasar dan mengatur arus lalu lintas di sekitar jalan raya agar tidak terjadi kemacetan.
Kabagops Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Wiranata, memberikan keterangan terkait situasi tersebut.
Baca juga: Kecelakaan Tragis, Semobil Bareng 2 Wanita, Bripda HA Meninggal dengan Kondisi Luka Berat
Ia menegaskan bahwa kehadiran massa merupakan aksi spontanitas dan bukan pengerahan massa secara terorganisir.
"Sesuai koordinasi sebenarnya tidak ada pengerahan massa. Kesepakatan awal dengan Reskrim hanya akan hadir pengacara dan beberapa saksi. Namun, karena rasa solidaritas yang tinggi terhadap sosok 'Aji', warga datang untuk memberikan dukungan," ujar Kompol Wiranata.
Ia menyebutkan estimasi massa yang hadir berjumlah sekitar 70 hingga 75 orang. Terkait agenda hari ini, pihak kepolisian melakukan klarifikasi terhadap delapan orang.
"Ada delapan orang yang dimintai keterangan, terdiri dari empat orang saksi/subjek dan empat pengacara," ujar dia.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan pelayanan publik di Polresta tetap berjalan lancar, kepolisian menyiagakan sekitar 100 personel keamanan.
Kompol Wiranata memastikan tidak ada tindakan anarkis selama aksi berlangsung.
Aksi dukungan ini berawal dari kasus penganiayaan yang menimpa Kristianus Bayu AP Soares (23) pada malam pergantian tahun, Rabu 31 Desember 2025 sekitar pukul 19.30 WITA di Jalan Akasia XVI, Kelurahan Kesiman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban menegur tiga remaja yang bermain petasan/kembang api di depan sebuah warung karena dinilai membahayakan balita yang sedang tidur.
| Ini Alasan Imigrasi Denpasar Amankan Tiga WNA asal Ghana Pemegang ITAS Investor |
|
|---|
| Meresahkan Pengendara, 20 Gepeng Ditertibkan di Sejumlah Traffic Light di Denpasar |
|
|---|
| Lagi, 4 Pembuang Sampah di Pinggir Jalan Denpasar Disidang Tipiring, Ada yang Didenda Rp 200 Ribu |
|
|---|
| Wisata Kuliner Malam di Sanur Kian Diminati, Pengunjung Cari Suasana Dinner yang Lebih Tenang |
|
|---|
| Gede Gasak 6 Gadget, Jebol Plafon dan Gerinda Tembok Pusat Gadai di Denpasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Puluhan-massa-menggeruduk-Mapolresta-Denpasar-pada-Selasa-6-Januari-2025.jpg)