Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Spontan, Massa Berpakaian Adat Padati Polresta Denpasar Terkait Kasus Jalan Akasia

Spontan, Massa Berpakaian Adat Padati Polresta Denpasar Terkait Kasus Jalan Akasia

Tayang:
Istimewa
Puluhan massa menggeruduk Mapolresta Denpasar, pada Selasa 6 Januari 2025. Aksi Solidaritas, Puluhan Warga Padati Polresta Denpasar Terkait Kasus Penganiayaan di Jalan Akasia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Denpasar mendadak ramai oleh kedatangan massa yang mengenakan pakaian adat Bali pada Selasa 6 Januari 2025

Kehadiran warga tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan moral di tengah proses pemeriksaan kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Akasia, Denpasar Timur.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat kerumunan massa mengenakan kamen (kain sarung khas Bali) dan udeng (ikat kepala) memenuhi area trotoar hingga gerbang masuk Mapolresta Denpasar

Sebagian massa tampak duduk dengan tertib di sepanjang tembok luar, sementara sebagian lainnya berdiri menunggu di depan pintu gerbang Polresta Denpasar sembari memantau jalannya proses hukum.

Baca juga: SELAMAT JALAN, Truk vs Motor Vixion di Denpasar, Pemuda 25 Tahun Tewas di TKP

Meskipun massa cukup banyak, suasana di Polresta Denpasar tetap terpantau aman dan terkendali.

Personel kepolisian berseragam lengkap tampak berjaga secara persuasif di depan gedung utama Polresta Denpasar dan mengatur arus lalu lintas di sekitar jalan raya agar tidak terjadi kemacetan.

Kabagops Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Wiranata, memberikan keterangan terkait situasi tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Tragis, Semobil Bareng 2 Wanita, Bripda HA Meninggal dengan Kondisi Luka Berat

Ia menegaskan bahwa kehadiran massa merupakan aksi spontanitas dan bukan pengerahan massa secara terorganisir.

"Sesuai koordinasi sebenarnya tidak ada pengerahan massa. Kesepakatan awal dengan Reskrim hanya akan hadir pengacara dan beberapa saksi. Namun, karena rasa solidaritas yang tinggi terhadap sosok 'Aji', warga datang untuk memberikan dukungan," ujar Kompol Wiranata.

Ia menyebutkan estimasi massa yang hadir berjumlah sekitar 70 hingga 75 orang. Terkait agenda hari ini, pihak kepolisian melakukan klarifikasi terhadap delapan orang. 

"Ada delapan orang yang dimintai keterangan, terdiri dari empat orang saksi/subjek dan empat pengacara," ujar dia.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan pelayanan publik di Polresta tetap berjalan lancar, kepolisian menyiagakan sekitar 100 personel keamanan. 

Kompol Wiranata memastikan tidak ada tindakan anarkis selama aksi berlangsung.


Aksi dukungan ini berawal dari kasus penganiayaan yang menimpa Kristianus Bayu AP Soares (23) pada malam pergantian tahun, Rabu 31 Desember 2025 sekitar pukul 19.30 WITA di Jalan Akasia XVI, Kelurahan Kesiman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban menegur tiga remaja yang bermain petasan/kembang api di depan sebuah warung karena dinilai membahayakan balita yang sedang tidur. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved