Berita Denpasar
Tangani Sampah di Sungai dan Drainase, Pemkot Denpasar Akan Kumpulkan Kades/Lurah
Tangani Sampah di Sungai dan Drainase, Pemkot Denpasar Akan Kumpulkan Kades/Lurah
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai di Denpasar makin hari makin memperihatinkan.
Terkait hal itu, Pemkot Denpasar akan melakukan evaluasi dengan camat serta perbekel dan lurah.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Rabu, 3 Juni 2026.
"Kami akan lakukan rapat evaluasi, rapat koordinasi, mungkin saya tugaskan Kadis PUPR yang akan mengundang para camat dan seluruh kepala desa lurah terkait dengan fenomena atau dinamika masyarakat yang mulai membuang sampah mereka ke alur-alur sungai dan drainase-drainase," kata Arya Wibawa.
Baca juga: TERUNGKAP! Ini Alasan Pelaku Serang Dokter Cewek di Jalan Tukad Barito Denpasar
Nantinya pihaknya akan melakukan pemetaan terkait fenomena sampah.
Sehingga jangan sampai kebiasaan membuang sampah ke sungai dan drainase ini menjadi pemicu banjir karena.
"Ini minggu depan ini kita akan lakukan rapat, nanti kita akan sampaikan apa hasil rapat itu," imbuhnya.
Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Dada Dokter Cewek Disetrum Pelaku di Jalan Tukad Barito Denpasar
Arya Wibawa menambahkan, secara umum tata kelola sampah di Kota Denpasar sudah berjalan dengan baik.
Dan saat ini yang perlu diantisipasi yakni titik pembuangan sampah ke alur sungai.
Sementara untuk progres pemasangan mesin, saat ini masih proses evaluasi.
"Kami lihat evaluasi perkembangannya. Apakah kita nanti diperlukan untuk menambah di TPST Kertalangu lagi atau bagaimana. Karena sampai saat ini kuncinya adalah saat sampah mulai sudah terpilah, mesin yang ada di masing-masing TPST3R dan TPST itu berjalan dengan optimal," paparnya.
Sehingga hal itu akan mampu mengurangi tumpukan-tumpukan sampah harian.
"Oleh karena itu, kami akan terus evaluasi, karena kami sambil menunggu juga selesainya pelaksanaan PSEL itu. Sehingga jangan sampai ada mesin yang mubazir sedangkan PSEL sudah bisa berjalan dengan optimal. Ini yang kami akan seimbangkan terus," paparnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Denpasar Ketut Ngurah Artha Jaya mengatakan setelah adanya pembatasan pembuangan sampah ke TPA Suwung dalam sehari rata-rata sampah di sungai mencapai 44,1 ton per hari.
"Setelah TPA Suwung sempat ditutup, sampah sungai mencapai 30,6 ton per hari. Sekarang ada peningkatan lagi 13,5 ton. Sehingga per hari menjadi 44,1 ton," katanya.
Terkait penanganan sampah tersebut, pihaknya berupaya maksimal dengan tenaga yang ada.
Sampah-sampah yang diangkut tersebut dibawa ke TPS3R, namun sebelum dibawa mereka diharuskan memilah terlebih dahulu. (*)
| Detik-detik Perampok Setrum Dokter Wanita di Dalam Mobil, Gagal Kabur usai Dikepung Warga |
|
|---|
| TERUNGKAP! Ini Alasan Pelaku Serang Dokter Cewek di Jalan Tukad Barito Denpasar |
|
|---|
| KRONOLOGI LENGKAP Dada Dokter Cewek Disetrum Pelaku di Jalan Tukad Barito Denpasar |
|
|---|
| Tahun 2026 Pemkot Denpasar Gelontor Rp100 Miliar untuk Pengembangan RSUD Wangaya Bali |
|
|---|
| Peed Aya Duta Denpasar Libatkan 700 Seniman, Tampilkan Ogoh-ogoh Sapa Warang Banjar Gemeh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kondisi-sampah-di-sungai-Denpasar.jpg)