Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Dewan Minta Pemerintah Beri Kejelasan Soal Kuota Solar di Bali

Kalangan dewan Bangli mendesak pemerintah pusat agar memberikan kejelasan soal kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
Anggota DPRD Bangli, Made Sudiasa 

 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kalangan dewan Bangli mendesak pemerintah pusat agar memberikan kejelasan soal kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Pasalnya kelangkaan BBM jenis ini sudah sering terjadi. Apalagi dampak kelangkaan solar sangat berpengaruh terutama dengan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Bangli, I Made Sudiasa, Minggu (23/10/2022). Ia menjelaskan BBM jenis solar banyak dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi masyarakat. Mulai dari jasa transportasi, hingga jasa pengangkutan barang. Baik bahan makanan hingga bahan bangunan. Selain juga mesin, salah satunya mesin penyosohan/penggilingan gabah.

Di sisi lain, akibat langkanya BBM jenis solar tidak sedikit masyarakat yang 'terpaksa' membeli BBM lain jenis lain. Misalnya pertadex maupun dexlite yang notabene lebih mahal, agar bisa tetap beroperasi.

"Artinya dengan biaya bahan bakar yang tinggi, mengakibatkan harga barang/jasa juga lebih tinggi. Tentunya hal ini menambah beban masyarakat, mengingat kondisi ekonomi masyarakat saat ini juga belum pulih," ungkapnya.

Politisi Partai Demokrat ini berharap ada penjelasan dari pemerintah, mengenai ketersediaan bahan bakar solar. Dan khususnya kuota solar untuk wilayah Bali. Ia juga meminta pada Pemerintah Pusat agar mengembalikan lagi ketersediaan solar seperti sedia kala, yang mana setiap SPBU selalu siap sedia.

"Kaitannya dengan penyediaan, semestinya pemerintah harus jelas, kuota solar untuk Bali ini berapa sih? Apakah kuota sekarang sudah habis sehingga ini menjadi langka. Itu harus dijelaskan pada masyarakat. Apalagi menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan solar, mengingat kebutuhan solar ini sangat berpengaruh dengan distribusi barang dan jasa," tandasnya. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved