Berita Nasional

Seusai Pidato Jokowi di Acara HUT Golkar, Surya Paloh Pulang Duluan

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Partai Golkar, Surya Paloh pulang tak lama setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutannya

Dok. TRIBUN BALI
Ketua Umum NasDem, Surya Paloh diwawancari awak media saat meresmikan kantor baru DPW Partai NasDem Provinsi Bali di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Minggu 17 Juli 2022 - Seusai Pidato Jokowi di Acara HUT Golkar, Surya Paloh Pulang Duluan 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memilih pulang duluan ketika menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Partai Golkar di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat 21 Oktober 2022 malam.

Paloh pulang tak lama setelah Presiden Joko Widodo ( Jokowi) memberikan sambutannya di acara tersebut.

Selain Paloh sejumlah ketua umum dan pimpinan partai politik juga diundang menghadiri acara tersebut.

Mulai dari Plt Ketua Umum PPP Mardiyono, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi, dan beberapa petinggi parpol lainnya.

Baca juga: Zulfan Lindan Ungkap Ada Menteri yang Panas-panasi Ketum NasDem Surya Paloh, Johnny G Plate?

Dari sederet petinggi parpol itu, Paloh pulang paling awal.

Ia terlihat meninggalkan arena sekira pukul 20.39 WIB, dua jam lebih awal dari Presiden Jokowi yang baru meninggalkan acara itu sekitar pukul 22.30 WIB.

Jokowi sendiri tiba sekitar pukul 18.45 WIB.

Tak lama setelah Jokowi tiba, acara HUT ke-58 Partai Golkar itu dimulai.

Dalam sambutannya di acara itu Jokowi sempat meminta parpol untuk tidak sembrono dalam memilih Capres dan Cawapres.

Presiden Jokowi menganalogikan posisi presiden seperti pilot pesawat terbang yang membawa banyak penumpang.

Pilpres kata Jokowi, ibarat memilih Pilot dan co-pilot. Jokowi mengingatkan para pimpinan parpol dalam memilih calon presiden 2024 harus hati-hati.

Pasalnya capres yang terpilih nanti akan menahkodai 273 juta rakyat Indonesia.

“Sayakan hanya memberikan sebuah gambaran bahwa siapa pun capres-cawapres itu memang harus hati-hati, karena menakhodai 273 juta rakyat Indonesia,” kata Presiden.

Penentuan capres yang akan diusung kata Jokowi harus dengan kalkulasi yang rinci.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved