Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

serba serbi

Filsafat Sundaram, Sesungguhnya Semua Peristiwa Positif Adanya, Begini Caranya

Suka dan duka adalah sentuhan menyenangkan, dan tidak menyenangkan yang datang dan pergi secara pasti. Ia tidak kompromi dengan apapun & siapapun.

Tayang:
TB/Istimewa
Ilustrasi depresi - Terima suka dan suka dengan rasa yang sama. Simak penjelasan Guru Mangku Hipno, agar terhindari dari stres bahkan depresi. 

TRIBUN-BALI.COM - Dalam hidup manusia, suka - duka, menang - kalah, untung - rugi, selalu setia menemani sejak lahir sampai meninggal dunia.

Keduanya bersama menciptakan cakra kehidupan, yang sangat serasi secara alami, mengiringi karma - karma yang dibawa sejak purwajanma (kehidupan lalu).

Dan karma - karma yang dibuat dalam hidup sekarang.

Tidak ada satupun kekuatan yang mampu menghentikan, ataupun menghalangi putaran cakra suka-duka, menang - kalah tersebut.

Karena merupakan hukum aksi reaksi yang semesta ciptakan, sebagai cakra kehidupan yang selalu berputar.

Baca juga: RENUNGAN MALAM, Terapi Bahasa (Nirvana Voices) Dari GMH Untuk Ketenangan Jiwa

Baca juga: HIPNOTERAPI Hingga Belajar METAFISIKA Tidak Butuh Waktu Lama, Ini Kata GMH

GMH - Dalam hidup manusia, suka - duka, menang - kalah, untung - rugi, selalu setia menemani sejak lahir sampai meninggal dunia.

Keduanya bersama menciptakan cakra kehidupan, yang sangat serasi secara alami, mengiringi karma - karma yang dibawa sejak purwajanma (kehidupan lalu).

Dan karma - karma yang dibuat dalam hidup sekarang.

Tidak ada satupun kekuatan yang mampu menghentikan, ataupun menghalangi putaran cakra suka-duka, menang - kalah tersebut.

Karena merupakan hukum aksi reaksi yang semesta ciptakan, sebagai cakra kehidupan yang selalu berputar.
GMH - Dalam hidup manusia, suka - duka, menang - kalah, untung - rugi, selalu setia menemani sejak lahir sampai meninggal dunia. Keduanya bersama menciptakan cakra kehidupan, yang sangat serasi secara alami, mengiringi karma - karma yang dibawa sejak purwajanma (kehidupan lalu). Dan karma - karma yang dibuat dalam hidup sekarang. Tidak ada satupun kekuatan yang mampu menghentikan, ataupun menghalangi putaran cakra suka-duka, menang - kalah tersebut. Karena merupakan hukum aksi reaksi yang semesta ciptakan, sebagai cakra kehidupan yang selalu berputar. (Istimewa)

"Tidak ada suka yang tidak didahului oleh duka, dan tidak ada duka yang tidak disebabkan oleh suka," tegas Guru Mangku Hipno, alias GMH, kepada Tribun Bali, 24 Oktober 2022. 

"Sukha-duhkhe same krtva", sebut GMH.

Artinya samakanlah kesadaran dalam menerima kedatangan suka maupun duka, menang ataupun kalah.

Hanya dengan kesadaran penerimaan yang sama, maka akan dapat menyelamatkan orang dari stres dan depresi dalam menghadapi dua kutub yang berseberangan tersebut.

Setelah berhasil menyamankan penerimaan antara suka - duka, menang - kalah, maka orang dapat melanjutkan aktivitas berjuang keras penuh tekad, dalam membangun hidup manusia yang sejahtera dan damai secara material maupun spiritual.

"Hukum karma tidak mengajarkan orang untuk menjadi pasif, menerima datangnya nasib.

Sebab nasib merupakan produk Tamasaguna, atau kelambanan dan kemalasan.

Sedangan bhagya adalah keberhasilan hidup sejahtera, didapatkan melalui Satvaguna yang merupakan usaha penuh kecerdasan.

Dan Rajaguna yang merupakan usaha dan tekad tanpa putus asa," jelas ahli Hipnoterapi ini. 

Ilustrasi - Artinya samakanlah kesadaran dalam menerima kedatangan suka maupun duka, menang ataupun kalah.

Hanya dengan kesadaran penerimaan yang sama, maka akan dapat menyelamatkan orang dari stres dan depresi dalam menghadapi dua kutub yang berseberangan tersebut.

Setelah berhasil menyamankan penerimaan antara suka - duka, menang - kalah, maka orang dapat melanjutkan aktivitas berjuang keras penuh tekad, dalam membangun hidup manusia yang sejahtera dan damai secara material maupun spiritual.
Ilustrasi - Artinya samakanlah kesadaran dalam menerima kedatangan suka maupun duka, menang ataupun kalah. Hanya dengan kesadaran penerimaan yang sama, maka akan dapat menyelamatkan orang dari stres dan depresi dalam menghadapi dua kutub yang berseberangan tersebut. Setelah berhasil menyamankan penerimaan antara suka - duka, menang - kalah, maka orang dapat melanjutkan aktivitas berjuang keras penuh tekad, dalam membangun hidup manusia yang sejahtera dan damai secara material maupun spiritual. (freepik)

 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved