Berita Tabanan
Atap Kelas SDN 3 Desa Kukuh Marga Ambruk, Dua Kali Ajukan Perbaikan Tak Digubris
Atap ruang kelas 3, SDN 3 Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan ambruk. Akibat ambruk ini, kayu dan material berupa genting porak poranda.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Atap ruang kelas 3, SDN 3 Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan ambruk.
Akibat ambruk ini, kayu dan material berupa genting porak poranda.
Sedangkan proses belajar mengajar tidak terganggu.
Sebab, sudah dialihkan sejak enam bulan lalu. Sebanyak 25 siswa kelas 3 dialihkan ke perpustakaan oleh pihak sekolah.
Dari pantauan, atap yang ambruk itu materialnya berupa anyaman bambu, genteng, dan kayu rusuk atap.
Material berserakan di lantai bawah.
Dan rusuk utama juga patah. Sedangkan yang tersisa hanya tembok ruangan kelas.
Bahkan dari kejadian ini ruangan kelas juga sudah dipasang garis polisi.
Dan tidak diperkenankan digunakan lagi. Hal itu untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan terjadi.
Guru Kelas I, sekligus saksi mata pertama kali melihat atap ambruk, Endang Liswanti mengatakan, bahwa kejadian ambruknya ruang kelas itu terjadi sekitar pukul 03.30 Wita dini hari tadi.
Selain gedung kelas III, dampak dari ambruk juga menimpa atap ruang kelas sebelahnya dimana, atap sudah melorot.
Di bangunan kelas memang satu deretan dengan kelas 2.
Dimana ruang kelas tiga di pojok selatan, kelas dua tengah, dan utaranya bagian kelas satu.
“Ya ini satu deretan. Untuk kelas 2, juga terdampak. Kalau kelas satu enggak,” ucapnya, Rabu 26 Oktober 2022.
Dijelaskannya, untuk kelas tiga sendiri dalam satu rombongan belajar (rombel), ada 25 siswa. Kelas dua sendiri tidak berani lagi untuk digunakan. Karena atap kelas juga melorot. Jadi hanya tinggal runtuh saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/TBAnggaFDDHFGJFGJ.jpg)