Polisi Tembak Polisi
BIN Bantah Pasok Informasi Intelijen ke Pengacara Brigadir J Soal Kasus Ferdy Sambo: Hanya Presiden
BIN membantah memberikan informasi ke pengacara Brigadir J soal Kasus Ferdy Sambo
BIN Bantah Pasok Informasi Intelijen ke Pengacara Brigadir J Soal Kasus Ferdy Sambo: Hanya Presiden
TRIBUN-BALI.COM - Badan Intelijen Negara (BIN) membantah pihaknya memberikan informasi intelijen kepada pengacara keluarga Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat terakir dengan kasus membunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo CS.
Juru Bicara BIN, Wawan H Purwanto mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan informasi intelijen selain kepada Presiden Republik Indonesia.
Oleh karena itu, ia pun membatah apa yang dikatakan Kammaurdin saat persidangan tersebut.
"Sehingga, tidak benar adanya berita yang menyatakan bahwa BIN memberikan info kepada Kamarudin sebagaimana dilansir di persidangan oleh pengacara Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak," kata Wawan saat dihubungi wartawan, Sabtu 5 November 2022 dikutip Tribun-Bali.com dari Tribunnnews.com pada Minggu 6 November 2022.
Kemudian, Wawan menegaskan BIN sama sekali tidak ikut campur dalam kasus Ferdy Sambo.
"BIN tidak intervensi dalam masalah judikatif. Apa yang terjadi di persidangan adalah mutlak wilayah judikatif. Itu menjadi kewenangan hakim untuk memutus, jaksa untuk menuntut dan pengacara untuk membela client-nya. BIN sama sekali tidak ikut campur," tegasnya.
Namun, Wawan belum mengetahui apakah BIN akan mengambil upaya hukum atas keterangan tidak benar yang disampaikan Kamaruddin Simanjuntak saat jadi saksi di persidangan.
Baca juga: Ada Skenario Dibalik Permintaan Maaf Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi? Kamaruddin Buka Suara
"Kita lihat saja nanti. Tidak benar berita tersebut," singkatnya.
Sebelumnya pengacara Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak mengaku mengumpulkan bukti-bukti adanya persitiwa pembunuhan berencana di rumah Ferdy Sambo.
"Satu hal yang paling menjengkelkan waktu itu, saya membawa bukti di dalam handphone, hasil investigasi saya kepada para intelijen baik dari BIN, Kepolisian, maupun tentara-tentara yang mitra-mitra saya," ungkap Kamaruddin.
Kamaruddin mengaku bahwa ia sudah biasa bergaul dengan para intelijen sejak masih kuliah.
"Karena saya sudah biasa bergaul dengan intelijen sejak saya masih mahasiswa," ucap Kamaruddin.
"Karena waktu masih mahasiswa, saya pernah membela sepuluh orang intelijen yang desersi dan di-PHK secara tidak hormat tapi saya bela jadi kembali mereka intelijen," sambungnya.
Jadwal Sidang Perkara Ferdy Sambo CS