G20 di Bali
Apel Gelar Pasukan Operasi Puri Agung 2022, Kapolri: Libatkan 9.700 Personel
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Puri Agung Tahun 2022 di Lapangan Bajra Sandhi, Denpasar pada Senin 7 No
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Puri Agung Tahun 2022 di Lapangan Bajra Sandhi, Denpasar pada Senin 7 November 2022.
Apel Gelar Pasukan Operasi Puri Agung Tahun 2022 dilaksanakan guna memeriksa kelengkapan personel dan sarana penunjang jelang pengamanan KTT G20.
Operasi Puri Agung 2022 berlangsung selama 10 hari, yang dimulai dari 8 November 2022 sampai dengan 17 November 2022.
Tampak ratusan personel kepolisian hadir dengan menggunakan atribut satuan kerjanya masing-masing.
Terlihat pula puluhan kendaraan kepolisian turut disiagakan di Lapangan Bajra Sandhi, Denpasar pagi tadi.
Mulai dari Mobil Rimueng, Mobil Barracuda, Mobil Jibom Brimob, Mobil Anti Kimia, hingga helikopter.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bertindak sebagai pemimpin Apel Gelar Pasukan yang dimulai pukul 09.00 WITA pagi tadi.
Dalam pidatonya, Kapolri menuturkan, Polri mengerahkan 9.700 personel guna mengamankan perhelatan KTT G20 mendatang.
Personel tersebut berasal dari berbagai satuan kerja yang ada di tubuh Polri.
“Untuk mengamankan rangkaian KTT G20, Polri menyelenggarakan operasi kepolisian terpusat Puri Agung 2022, mulai tanggal 8 sampai dengan 17 November (2022), di tiga wilayah hukum yaitu Polda Bali, Polda Jatim, dan Polda NTB.“
“Operasi kepolisian ini akan menjadi etalase Polri di mata internasional dengan melibatkan 9.700 personel, dan 3.669 pasukan cadangan yang ada di Mako Brimob dan 11 Sat Brimobda,”
Kapolri menyebut, aparat kepolisian mendapat tugas mengamankan lapisan ketiga.
Lapisan ketiga merupakan lapisan terluar yang paling dekat dengan masyarakat.
Sehingga, Polri memiliki tugas untuk mengamankan KTT G20 secara humanis, ramah, namun tetap tegas.
“Khusus ring III adalah lapisan terluar yang berinteraksi langsung dengan masyarakat umum. Polri dituntut untuk menampilkan sosok pengamanan yang humanis, ramah namun tegas.”