G20 di Bali
B20 Investment Forum 2022 Hasilkan Lebih dari 20 Kerja Sama Bernilai $5 Miliar Lebih
Acara ini dibuka oleh Shinta Widjaja Kamdani selaku Chairwoman B20. Ada lebih dari 20 kerja sama yang dihasilkan dalam acara ini.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Dihadiri oleh perwakilan dari berbagai sektor industri, Indonesia Net Zero Summit 2022 membuktikan komitmen sektor bisnis Indonesia untuk melakukan dekarbonisasi industri dan menunjukkan aksi nyata KADIN Net Zero Hub untuk membantu Indonesia mencapai target NDC.
Shinta Widjaja menekankan dalam sambutannya tentang peran bisnis dalam merealisasikan tema “Recover Together, Recover Stronger” yang diangkat G20.
Shinta Widjaja mengungkit dilema yang dihadapi industri.
Walau sektor bisnis selalu dikatakan sebagai kontributor terbesar emisi karbon, dengan 74,5 persen emisi GRK dunia bersumber dari rantai nilai industri.
"Di waktu yang bersamaan, bisnis memiliki tanggung jawab untuk mempercepat pemulihan ekonomi,” Shinta Widjaja menggarisbawahi.
Menjalankan tanggung jawab ini akan membutuhkan dukungan dan kerja sama, utamanya untuk memastikan transisi energi yang adil dan berkelanjutan, sebagaimana dinyatakan oleh Kepala Perwakilan UNDP, Norimasa Shimomura, dalam kata sambutannya.
Pada pembukaan acara, UNDP dan KADIN Indonesia menandatangani MoU untuk bekerja sama mengajak dan mendukung perusahaan dalam mengambil aksi iklim dan merealisasikan komitmen mencapai net zero.
Mengubah bisnis untuk memastikan Indonesia mencapai target net zero nasional adalah jalan yang penuh tantangan, tetapi sudah ada lebih dari 50 perusahaan yang berkomitmen untuk menjadi net zero company melalui KADIN Net Zero Hub saat ini, dan mereka sudah secara nyata berprogres untuk menurunkan emisi.
Indonesia Paham Urgensi Kebijakan untuk Perubahan Iklim Mengubah Indonesia menjadi negara net zero akan membutuhkan aksi kolektif oleh semua sektor.
Transisi nasional ini perlu melibatkan sektor publik maupun swasta untuk membangun ekosistem yang mendukung, seperti pengadaan insentif atau skema investasi yang dapat memfasilitasi bisnis untuk berpindah ke energi terbarukan.
Perwakilan pemerintah yang hadir dalam acara ini adalah Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan.
Berkaitan dengan investasi energi bersih, Indonesia berencana untuk menginstalasi PLTA dengan total kapasitas 9.000 MW di Kalimantan Utara.
“Energi bersih yang dihasilkan akan memberi pasokan ke Green Industrial Estate (KIPI Tanah Kuning), dengan total komitmen investasi sebesar 130 miliar dolar AS,” tutur Menteri Bahlil.
Memaparkan konteks untuk acara pertemuan ini, Bahlil Lahadalia mengingatkan para tamu yang hadir akan kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia yang menjanjikan potensi besar untuk mendukung transisi ke energi bersih.
Dalam hal energi baru dan terbarukan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi energi terbarukan paling besar di Asia Tenggara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Forum-Investasi-B-20-di-Bali-Nusa-Dua-Convention-Center-BNDCC.jpg)