Berita Bali

Progres Pembangunan Kereta Listrik di Bali, Menhub Sebut Proposal Investor Belum ‘Match’

Pembangunan Kereta Listrik di Bali masih terkendala karena terdapat salah satu proposal dari investor yang belum ‘match’.

Tribun Bali/Sari
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat Konferensi Pers pada, Senin 14 November 2022. Pembangunan Kereta Listrik di Bali masih terkendala karena terdapat salah satu proposal dari investor yang belum ‘match’. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Progres pembangunan Kereta Listrik di Bali atau Light Rail Transit ( LRT) dikatakan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi masih terkendala karena terdapat salah satu proposal dari investor yang belum ‘match’.

“Sebenarnya ada satu investor satu negara tetapi memang proposal nya itu belum match dengan kondisi standar yang kita lakukan sama seperti Jakarta padahal kita tidak boleh memberikan atau ada pembedaan antara daerah satu dengan daerah yang lain,” katanya pada, Senin 14 November 2022.

Lebih lanjutnya ia mengatakan, pembangunana LRT di Bali akan lebih serius dilakukan karena nantinya kehadiran LRT ini dinilai dapat mengukur kepadatan pada daerah yang akan dilintasi.

“Lebih serius kita lakukan karena saya bayangkan apabila ada suatu LRT dari Bandara sampai Seminyak atau Canggu itu pasti ramai banget dan daerah itu berkembang dengan suatu kepadatan yang lebih terukur. Jadi proposalnya dari Korea baru mengajukan lagi ya ada yang tidak pas karena dia kaitkan dengan moda yang lain karena kalau kereta api harus dikaitkan juga dengan kereta api,” imbuhnya.

Baca juga: Menhub Budi Karya Bertemu Dubes Korsel untuk Indonesia, Bahas Kerjasama Pembangunan LRT di Bali

Negara-negara tersebut berminat menjadi investor pembangunan MRT atau LRT di Indonesia dinilai menunjukan bahwa Indonesia dipandang penting dan suatu Negara yang dipercaya bukan saja sebagai pasar tetapi partner. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved