Penebasan di Canggu

Sesama Buruh Proyek Cekcok di Canggu, Bali, Bakar Bedeng Hingga Terjadi Penebasan Dengan Sajam

Sesama buruh proyek cekcok di Canggu, Bali. Perselisihan pun mengakibatkan salah satu bedeng terbakar hingga terjadi penebasan dengan sajam.

Istimewa
Sesama buruh proyek cekcok di Canggu, Bali. Perselisihan pun mengakibatkan salah satu bedeng terbakar hingga terjadi penebasan dengan sajam. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kasus cekcok antara buruh proyek terjadi di Desa Canggu, Kuta Utara Kabupaten Badung.

Mirisnya buruh bangunan yang mendiami bedeng-bedeng di Jalan Shortcut Canggu itu sampai melakukan penebasan dengan senjata tajam.

Kejadian itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandadi melalui Kanit Reskrim Iptu Muhammad Amir, S.Tr.K pada Selasa 15 November 2022.

Dijelaskan, kejadian cekcok itu terjadi pada Sabtu 12 November 2022.

Berawal dari kesalah pahaman antar kelompok buruh proyek yang berasal dari Sumba, yang tinggal di bedeng Jalan Shortcut Canggu - Tibubeneng, yang mengakibatkan terjadinya pembakaran salah satu bedeng. Nah karena tidak terima, lanjut terjadi penganiayaan.

Diterangkan oleh korban pada hari sabtu tgl 12 Nopember 2022 sekitar pukul 23.00 wita yg berawal terjadi penganiayaan di lapangan umum Brawa sehingga mengakibatkan salah satu anggota kelompuk buruh yang membakar bedeng menjadi korban penebasan.

Diakui, aksi yang meresahkan warga itu pun dilakukan oleh 15 lebih orang yang ribut.

Kendati demikian setelah dilaporkan, aparat kepolisian dari polsek Kuta Utara Langsung mengamankan 17 orang dan satu korban penebasan dilarikam ke rumah sakit Mangusada.

"17 orang ini kita dalami dan periksa, sehingga ada yang mengaku sebagai pelaku," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Penebasan di Bangli, Pelaku Kesal Sang Istri Mengaku Terus Diancam Komang Mertayasa

Dari pemeriksaan, korban penebasan itu diketahui bernama Darius Kaka (26) yang dilarikan ke RS Mangusada sekitar Pukul 23.00 Wita.

Sementara kini ada sebanyak 8 orang diamankan akibat kasus tersebut.

"Dari delapan yang kita amankan, semua orang ini membawa senjata tajam saat cekcok. Namun hanya satu orang yang melakukan penebasan hingga korban dilarikan ke rumah sakit," jelasnya sembari mengatakan saat pengamanan buruh ini kita dibantu aparat Desa Setempat.

Lebih lanjut, saat ini masih dalam proses penyelidikan, namun ke 8 buruh yang menggunakan senjata tajam itu sudah diamankan.

Sementara, Sub. Koordinator Humas dan Pemasaran RSD Mangusada Ni Putu Esti Wulandari, S.T.,M.T membenarkan bahwa ada pasien yang dibawa ke RSD Mangusada dengan mengalami luka terbuka di bagian punggung.

Penanganan intensif pun langsung dilakukan oleh petugas medis.

"Benar ada pasien atas nama Darius Kaka yang masuk pada minggu 13 November 2022 dinihari. Pasien langsung dibawa ke IGD," katanya.

Diakui, ada beberapa luka di bagian tangan, namun luka serius terjadi pada punggung, seperti tebasan pedang atau senjata tajam.

Kendati demikian sampai saat ini kondisi pasien dikabarkan sehat.

"Untuk pasien, karena sudah diberikan penanganan dan sudah membaik kondisinya. Bahkan hari ini per 15 November 2022 sudah diizinkan pulang, " imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved