G20 di Bali

Wamenparekraf Angela Sebut Spouse Program KTT G20 Bali Jadi Ajang Promosi Kekayaan Budaya Indonesia

Wamenparekraf Angela sebut spouse program KTT G20 Bali jadi ajang promosi bagi kekayaan budaya Indonesia.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Kartika Viktriani
Media Center G20 Indonesia
Sejumlah pendamping Kepala Negara G20 mengikuti spose program bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, menyaksikan tarian tradisional Indonesia di kawasan Nusa Dua, Bali, Selasa 15 November 2022 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Salah satu dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Presidensi G20 Indonesia adalah spouse program atau program untuk pasangan para kepala negara yang menghadiri KTT G20 di Nusa Dua, Bali, 15-16 November 2022.

Spouse program itu bertujuan memperkenalkan kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia dari Aceh hingga ke Papua.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, dalam Konferensi Pers Dukungan Kemenparekraf terhadap KTT G20, pada Selasa 15 November 2022 di Ruang Auditorium, Bali International Convention Center (BICC) yang menjadi lokasi Media Center KTT G20.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, terkait dampak KTT G20 di Bali, pihaknya optimis perekonomian di Bali yang sangat terdampak pandemi akan tumbuh 8.1 persen di kuarter III 2022 (year on year/yoy).

Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang diharapkan mencapai 3,6 juta orang.

Sandiaga menuturkan, pihaknya melakukan sejumlah strategi agar target 3,6 juta wisatawan bisa tercapai, seperti peningkatan frekuensi penerbangan secara langsung ke Bali, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

"Kami juga menawarkan tur pariwisata yang atraktif serta peningkatan promosi," katanya.

Baca juga: BUMAME dan Naleya Genomik Indonesia Sukseskan G20 di Bali: Hadirkan Airlab Eco Friendly di Nusa Dua

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo, menyatakan pihaknya telah sukses menggelar spouse program atau program untuk pasangan para kepala negara yang menghadiri KTT G20.

Menurut Wamenparekraf Angela, program itu dihadiri pasangan kepala negara dari Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Turki hingga Spanyol.

"Program untuk spouse kepala pemerintahan di KTT G20 itu berlangsung selama 2,5 jam dan mereka sangat nikmati keanekaragama budaya Indonesia dari Aceh hingga Papua," katanya.

Keberhasilan itu, kata Angela, atas arahan dari Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan dukungan dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, serta Kemenparekraf.

"Kami harapkan spouse program, jadi momentum memperkenalkan keberagaman dan kebhinekaan untuk pasangan kepala negara yang hadir di KTT G2O," katanya.

Angela menambahkan, sejumlah kebudayaan yang diperkenalkan dalam spouse program seperto keroncong, tari pendet, batik, dan tenun.

Sebelumnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bali triwulan III-2022 secara tahunan tumbuh sebesar 8,09 persen (yoy), meningkat signifikan dibandingkan 3,05 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Baca juga: Presiden FIFA Hadiri KTT G20 di Bali, Teco Harap Ada Kepastian Soal Liga 1 dan Piala Dunia U20 2023

Dibandingkan dengan capaian triwulan II-2022 (q-to-q), ekonomi Bali triwulan III-2022 tercatat tumbuh sebesar 0,60 persen.

Akumulasi pertumbuhan triwulan I-2022 sampai dengan triwulan III- 2022, maka ekonomi Bali pada Januari-September 2022 tercatat tumbuh sebesar 4,19 persen (c-to-c).(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved