Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Piala Dunia Qatar 2022

Profil Mason Mount, Ambisi Angkat Tropi Piala Dunia 2022 Bersama Timnas Inggris

Inilah profil Mason Mount, seorang pemain muda sepak bola yang memiliki ambisi memenangkan tropi Piala Dunia 2022 di Qatar mendatang.

Tayang:
Penulis: Muhammad Raka Bagus Wibisono Suherman | Editor: Muhammad Raka Bagus Wibisono Suherman
instagram/@masonmount
Inilah profil Mason Mount, seorang pemain muda sepak bola yang memiliki ambisi memenangkan tropi Piala Dunia 2022 di Qatar mendatang. 

Pria yang memiliki nama lengkap Mason Tony Mount tersebut, lahir dari seorang ibu yang bernama Debbie dan seorang ayah yang bernama Tony Mount.

Mason Mount lahir pada tanggal, 10 Januari 1999 di Portsmouth, Inggris Raya. Ia terlahir dari keluarga sepak bola.

Faktanya Tony Mount, merupakan mantan pemain sepak bola non-liga dan juga pelatih Havant Town dan Newport.

Karir di Klub Sepak Bola

Sejak kecil Mount sering berlatih di lapangan sepak bola yang terdapat di Portsmouth, dari pagi hingga malam.

Selain berlatih di klub setempat, di saat yang bersamaan, Mason Mount juga berlatih di tiga klub terkenal sekali dalam seminggu yakni, Portsmouth, Southampton, dan Chelsea.

Bakat dan potensi yang dimiliki Mount, tercium sampai pemandu bakat Chelsea dan akhirnya direkrutlah Mount pada saat umurnya genap menginjak 6 tahun.

Baca juga: Indra Bekti Harap Kebanjiran Jobs MC Untuk Piala Dunia Qatar 2022

Di akademi, Mount tergabung dengan tim Chelsea U-8 sebagai gelandang serang. Selama di akademi, Mount menjadi peran vital dalam meraih beberapa trofi seperti, FA Youth Cup dan Youth League UEFA.

Menyusul kesuksesannya, Mason Mount diberi kesempatan untuk bermain di tim utama dengan melalui proses peminjaman ke Vitesse Arnhem, salah satu klub besar di Belanda.

Tidak butuh waktu lama, Mason Mount menjelma menjadi pemain kunci Vitesse. Ia berhasil membawa klubnya duduk diperingkat 6 dan berkesempatan tampil di piala eropa.

Kemudian setelah peminjamannya habis, ia lanjut dipinjamkan ke salah satu klub championship di Inggris, Derby County yang kebetulan saat itu Lampard yang menjadi pelatih.

Di Derby, Mount menunjukkan potensinya dan berhasil menyabet satu tempat di tim utama Derby dan juga menjadi pemain kunci Lampard.

Baca juga: Presiden FIFA Sebut Piala Dunia Qatar 2022 Menjadi Ajang Sepak Bola Berbeda

Saat masa peminjaman di Derby, Mount berhasil membawa klubnya ke final untuk perebutan tiket promosi ke premier league (Liga Tertinggi di Inggris), tapi sayangnya kalah oleh Aston Villa.

Beberapa bulan kemudian, Lampard mundur dari kursi kepelatihan dan ditarik oleh Chelsea.

Setelah masa peminjaman Mount habis, Chelsea langsung menarik Mount ke tim utama Chelsea bersama Tamy Abaraham dan Fikayo Tomori.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved