Joe Biden dan Xi Jinping Bertemu di G20 di Bali, PM Singapura: Butuh Waktu Lama

Joe Biden dan Xi Jinping Bertemu di G20 di Bali, PM Singapura: Butuh Waktu Lama

LINTAO ZHANG / POOL / AFP
Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden (kiri) di dalam Aula Besar Rakyat di Beijing pada 4 Desember 2013. Biden tiba di Beijing untuk menyampaikan keprihatinan atas zona udara China yang meningkatkan ketegangan regional, mencari untuk meningkatkan hubungan sementara juga menggarisbawahi aliansi dengan Tokyo dan Seoul. Perjalanannya menyusul kehebohan selama berminggu-minggu setelah Beijing mendeklarasikan "zona identifikasi pertahanan udara" (ADIZ) yang meliputi pulau-pulau Laut China Timur yang disengketakan dengan Jepang. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGAPURA – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mendorong para pemimpin G20 untuk mengecam invasi Rusia ke Ukraina.

Pada penutupan KTT G20 di Bali, para pemimpin negara mengeluarkan deklarasi yang menyesalkan invasi Rusia tersebut.

Adapun, komunike terakhir mengatakan bahwa mayoritas anggota mengutuk keras perang di Ukraina, tetapi mencatat ada pandangan lain.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang mewakili negaranya di KTT G20, menuduh Barat mencoba mempolitisasi deklarasi tersebut.

Baca juga: Kapal Tanker Minyak Diserang Drone Bersenjata, Amerika Serikat Tuduh Iran

"Kami tidak berharap Rusia mengubah pandangannya setelah mendengar apa yang dikatakan anggota G20. Namun, saya pikir penting bahwa pandangan ini diungkapkan dan bahwa Rusia tahu bahwa ini merupakan pendapat masyarakat internasional,” kata Lee, yang dikutip oleh Channel News Asia, Kamis (17/11/2022).

Pandangan Lee Terhadap Pertemuan Biden dan Xi Jinping

Meskipun hasil pertemuan baru-baru ini antara Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Bali terlihat positif, Lee mengatakan bahwa kedua negara akan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan masalah mereka.

“Pertemuan tersebut telah menunjukkan niat kedua belah pihak untuk menstabilkan hubungan dan menghindari konflik serta bekerja sama demi menyelesaikan masalah yang sangat sulit, yang ada di antara mereka,” katanya.

Baca juga: Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Respon Amerika Serikat, Korsel, dan Jepang

Dia juga mencatat bahwa kedua negara telah memperbarui kerja sama di berbagai bidang termasuk perubahan iklim, dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan melakukan perjalanan ke China untuk menindaklanjuti diskusi pada kuartal pertama tahun depan.

Lee Bertemu dengan Sejumlah Pemimpin G20

Pada Rabu (16/11), Lee bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dan menegaskan kembali hubungan bilateral yang kuat. Kedua pemimpin membahas cara untuk memperluas kerja sama di bidang baru seperti digitalisasi dan keamanan energi.

Selain itu, Lee juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

 

Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Perdana Menteri Singapura: Pemimpin G20 Seharusnya Mengecam Invasi Rusia ke Ukraina

 

 

 

 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved