Mayat Hidup Lagi di Bogor
US Sosok Mayat Hidup di Bogor Dikabarkan Hilang Selama 5 Hari, Polisi akan Lakukan Tes Kejiwaan
Sosok pria yang disebut Mayat Hidup di Bogor hingga Kamis 17 November 2022 tidak diketahui keberadaannya.
US Sosok Mayat Hidup di Bogor Dikabarkan Hilang Selama 5 Hari, Polisi akan Lakukan Tes Kejiwaan
TRIBUN-BALI.COM – Sosok pria yang disebut Mayat Hidup di Bogor hingga Kamis 17 November 2022 tidak diketahui keberadaannya.
Adapun US atau Urip Saputra (40) dikabarkan sudah pulang dari RSUD Kota Bogor pada Rabu 16 November 2022.
Urip Saputra pun sempat menjalani perawatan lima hari sejak Jumat 11 November 2022 hingga Rabu 16 November 2022.
Dikutip Tribun-Bali.com dari TribunnewsBogor.com di kediaman Urip di Rancabungur Bogor, tak ada aktivitas mencolok di rumah dengan warna cat hijau tersebut.
Belum diketahui dimana keberadaan Urip saat ini usai menjalani perawatan selama 5 hari di RSUD Kota Bogor.
Bahkan, warga setempat yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal Urip menyebut tak melihat aktivitas di rumah tersebut.
Warga juga mengaku belum melihat sosok Urip usai viral kabar di media sosial soal mayat hidup lagi.
Baca juga: Sosok US Mayat Hidup di Bogor, Pura-pura Mati Hindari Utang, Sempat Jadi Tukang Servis Komputer
"Belum lihat saya, dari semalam sampai sekarang juga sepi," ujar Daud, warga sekitar tempat tingga Urip saat ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis 17 November 2022.
Periksa Kejiwaan Urip
Polres Bogor akan melakukan tes kejiwaan terhadap Urip Saputra jika dia sudah dinyatakan sehat dari RSUD Kota Bogor.
"Sudah pasti itu, kesehatan fisiknya sudah dijalani sama dokter dan rumah sakit, nanti kejiwaannya kami lakukan pemeriksaan," ujar Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis 18 November 2022.
Namun hingga saat ini Polres Bogor belum melakukan pemeriksaan terhadap Urip.
Sebab, kata dia, pihak keluarga masih enggan memberikan keterangan dan sedang fokus untuk pemulihan kesehatan dari yang bersangkutan.
"Saat kami mencoba mencari beberapa informasi ke RSUD pihak keluarga menolak karena mengedepankan perawatannya, kami juga mengedepankan penyembuhan US terlebih dulu," katanya.