Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pahami Cara Kerja dan Manfaat dari Sistem Informasi Cuti Pegawai Berbasis Web

Selain refreshing, mengambil cuti tahunan juga bisa membuat karyawan kembali mendapatkan work-life balance.

Tayang:
Penulis: Dwi Nur Hayati | Editor: Mikhael Gewati
Dok. Shutterstock
Ilustrasi cuti. 

TRIBUN-BALI.COM - Cuti merupakan salah satu hak karyawan yang wajib dipenuhi oleh setiap perusahaan.

Dengan mengambil cuti, karyawan berhak dibebaskan dari segala jenis tuntutan pekerjaan. Atasan di perusahaan karyawan bekerja dilarang keras untuk mengganggu mereka dengan tanggung jawab pekerjaan yang diberikan.

Selain itu, perusahaan juga harus memberikan hak cuti kepada karyawan dalam waktu yang layak dan sudah disepakati oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Apabila menolak cuti karyawan, terdapat sejumlah hukum yang akan memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut sebagai bentuk penyelewengan dan kesewenang-wenangan terhadap pegawai.

Salah satu sanksi yang diberikan terhadap perusahaan yang menolak cuti karyawan dapat berupa pembekuan usaha oleh negara.

Dalam pekerjaan, biasanya ada banyak jenis cuti yang diambil, seperti cuti sakit, cuti tahunan, cuti melahirkan, dan cuti pengasuhan anak.

Saat ingin mengambil cuti, karyawan dan perusahaan harus memahami dahulu mekanisme pengajuan dan pemberian cuti.

Apalagi jika menjabat sebagai staf Human Resource Development (HRD), kotak masuk electronic mail (e-mail) kamu mungkin akan banyak diisi dengan beberapa permintaan cuti dari karyawan.

Memeriksa saldo cuti atau memberikan persetujuan untuk permintaan cuti setiap karyawan di Google Spreadsheet mungkin akan membuang banyak waktu.

Menggunakan Google Spreadsheet untuk membantu proses pengajuan cuti mungkin masih cukup efektif dilakukan untuk tim kecil. Namun, penggunaan program ini dapat membuat pengelolaan cuti menjadi hal yang cukup rumit seiring dengan peningkatan skala perusahaan.

Selain itu, pengajuan cuti dengan sistem manual juga dapat membuat karyawan sulit mendapatkan persetujuan cuti karena manajer harus secara manual mengecek jatah cuti dan melihat daftar pengaju cuti.

Pengajuan cuti semakin memakan waktu jika karyawan harus membawa hardcopy permintaan cuti mereka kepada manajer dan staf HRD.

Pengajuan cuti dengan cara manual semakin rumit ketika karyawan menjadi lebih bergantung pada manajer karena mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan informasi cuti.

Pada era serba canggih seperti sekarang, saatnya mengesampingkan pekerjaan yang melelahkan dengan mengubah manajemen cuti manual menjadi sistem otomatis.

Perusahaan bisa membuat pengajuan cuti karyawan lebih mudah dengan sistem informasi cuti pegawai berbasis web. Lewat sistem ini, perusahaan dan karyawan bisa melihat sisa jatah cuti dan memungkinkan manajer memberikan persetujuan dengan lebih cepat dan mudah.

Do and don’t saat pengajuan cuti tahunan

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved