Berita Gianyar
Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Samudera Indonesia Diskusi di Gianyar Bahas Sampah di Laut
PT Samudera Indonesia menggelar 'Samudera Peduli x Pandu Laut Eco Festival” yang diadakan di Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - PT Samudera Indonesia menggelar 'Samudera Peduli x Pandu Laut Eco Festival” yang diadakan di Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, Minggu 27 November 2022.
Usai kegiatan bersih-bersih sepanjang Pantai Masceti hingga Pantai Masceti, acara juga diisi sharing session antara mantan Menteri Kelautan RI, Susi Pudjiastuti dengan Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani M Mulia. Namun dikarenakan Bu Susi sedang cedera, sehingga diakusi dilakukan via video.
Diskusi tersebut membahas terkait pentingnya kepedulian masyarakat sekitar tentang kebersihan pantai.
Dalam hal itu, Susi juga mengungkapkan soal sampah di Pantai Kuta, Badung yang menjadi masalah setiap penghujung tahun.
Baca juga: Dinsos Gianyar Sebut Masyarakat Kurang Mampu Bakal Dapat Bantuan Tunai Jutaan Rupiah
Di mana selama ini, sampah yang mencemari Pantai Kuta itu disebut sampah kiriman dari luar Bali.
Namun menurut Susi, persentase sampah kiriman hanya sedikit.
"Kebanyakan sampahnya itu datang dari daerah situ, lalu saat musim hujan balik ke laut. Sampah itu adalah dari sekeliling situ. Terbawa saluran air, seolah-olah sampah kiriman. Padahal 80 persen itu adalah sampah dari sekeliling " ujar Susi saat menanggapan pertanyaan awak media.
Susi menyarankan agar pemerintah daerah dan semua pihak melakukan monitor terhadap saluran pembuangan di kawasan pantai.
Baca juga: Kasus Akhiri Hidup Luput Dari Jangkauan Pemerintah Gianyar, Sosiolog Unud: Fenomena Ekoistik
"Yang harus diperhatikan, perlunya ada monitoring, seperti satpam keliling. Mungkin ada hotel yang saluran pembuangannya ke laut. Kadang-kadang, ada truk sampah yang membuang sampah di jurang pinggir pantai. Perlu adanya monitor dari pemerintah. Jangan hanya berpikir itu sampah kiriman, karena nyatanya sebagian besar sampah itu datangnya dari kawasan sekitar," ujar Susi.
Dalam sharing session itu, Bu Susi juga meminta Samudera Indonesia membantunya, terutama dalam memajukan SDM pesisir.
Baik dalam hal memberikan bantuan perahu maupun mendirikan sekolah internasional untuk masyarakat pesisir, terutama di daerah Pangandaran.
"Di Pangandaran pantainya cantik, ramah dan aman dibandingkan pantai lainnya di Jawa Selatan. Pagandaran tak banyak karang terjal, di sana bisa surfing. Dan sudah banyak turis."
"Macet yang biasanya 10 menit sekarang jadi 4 jam. Saya berharap agar Samudra Indonesia membantu penataan, kebersihannya dari sampah, dan fasilitas lainnya seperti pendidikan internasional yang dapat memajukan Pangandaran," ujarnya dalam diskusi santai itu.
Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani M Mulia mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak di lautan. Pihaknya sangat konsen terhadap kebersihan laut, terutama dari sampah plastik. Sebab selain mencemari lingkungan, merusak keindahan, juga mengancam keselamatan.
"Dampak sampah plastik terhadap pekerjaan laut cukup banyak. Seperti, bikin malu. Sebab kadang-kadang kapal dari luar itu pas mau nyandar di pelabuhan, kondisi lautnya kotor. Juga pernah ada kru kapal laut yang jatuh di perairan Indonesia itu meninggal, apakah karena terbentur sampah atau bagaimana. Tapi kalau kecebur di laut Singapura, itu seperti kecebur di kolam renang. Selain itu, sampah juga menyebabkan tempat parkir kapal bau. Dan yang paling parahnya adalah merusak kapal,terutama kapal kecil-kecil," ujarnya.
Berdasarkan hal tersebut, PT Samudera Indonesia akan terus menggaungkan kebersihan lingkungan. Sebab sampah yang ada di laut, bukan karena orang sengaja membuang sampah ke laut. Namun sampah itu datangnya dari kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, lalu dihanyutkan sungai yang bermuara ke laut.
"Kita harap ke depannya masyarakat sadar akan kebersihan," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sharing-session-antara-mantan-Menteri-Kelautan-RI-Susi-Pudjiastuti.jpg)